Para peneliti dari Universitas Alberta di Kanada berhasil mengembangkan metode baru yang mereka sebut hidrolisis termal yang membuat molekul protein kompleks yang dapat dimanipulasi menjadi berbagai jenis plastik.
Penelitian yang dipublikasi di jurnal penelitian Edmonton tersebut seperti dilansir caradvice, Jumat (19/8/2011) didasarkan pada kenyataan kalau setiap minggunya ada 5.000 ton bangkai hewan yang dibuang oleh industri pengolahan makanan di Amerika Utara. Bangkai hewan ini bila dimanfaatkan dan diproses kimia, cukup untuk membuat plastik artifisial.
Masa depan plastik artifisial dari bangkai hewan ini pun menurut Profesor di Universitas Alberta, David Bressler tidak akan lama lagi masuk ke industri otomotif. Sebab plastik ini sudah dilirik oleh perusahaan bernama Group Woodbridge yang merupakan produsen plastik untuk industri otomotif.
"Kami bermain dengan resep yang berbeda, campuran dengan sifat yang berbeda yang memberikan kita perilaku mekanik berbeda," katanya.
"Anda dapat membuat sesuatu yang keras dan pecah, seperti dashboard plastik yang cukup padat, atau bahan lebih lembut untuk sandaran tangan," imbuhnya lagi.
"Saya ingin memiliki semua plastik yang terbuat dari bahan terbarukan seperti ini, itu akan menjadi skenario terbaik. Tapi saya pikir industri otomotif akan senang dengan 20 sampai 30 persen (dari seluruh bagian mobil)," tambahnya lagi.
Dengan plastik yang dibuat dari bangkai hewan tersebut industri otomotif menurut Bressler akan mampu menjawab keterbatasan pasokan plastik dunia di masa depan.
Namun harga plastik dari bangkai hewan yang masih terbilang mahal menjadi batu sandungan dan kini mereka sedang memikirkan cara untuk menekan harga. "Anda perlu sesuatu yang bernilai tinggi untuk membenarkan biaya konversi,"cetusnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Sekarang Dijual Rp 16.250/Liter, Ternyata Harga Asli Pertamax Segini
Penjelasan Pertamina soal Harga Pertamax Tiba-tiba Naik 10 Juni
Cerita Prabowo Naik Maung: Atap Bocor, Bunyi Gledak-gledak