Masa Depan Land Rover Defender Terkatung-katung

Masa Depan Land Rover Defender Terkatung-katung

- detikOto
Kamis, 04 Agu 2011 09:54 WIB
Masa Depan Land Rover Defender Terkatung-katung
London - Masa depan mobil legendaris Land Rover Defender kini berada di ujung tanduk. Sebab kini Land Rover sedang mempertimbangkan nasib Defender. Apakah akan diperbaharui ataukah akan dimatikan.

Dalam sebuah wawancara dengan Auto Express, Managing Director Land Rover UK Colin Green menjelaskan kalau pihaknya kini menemui pilihan sulit untuk mobil yang sudah sangat ikonik ini.

Sebab tidak seperti mobil kebanyakan, Land Rover Defender adalah sebuah ikon. "Jika kita melakukan kesalahan, maka kita akan mengacaukan salah satu ikon terbesar industri ini, dan artinya kita memiliki tanggung jawab yang besar," ungkap Green.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijual sejak tahun 1947 Defender adalah salah satu mobil yang paling populer dikalangan petani di dunia berkat ketangguhan dan utilitasnya. Ini adalah keistimewaan sekaligus bagian tersulit mempertahankan Land Rover Defender.

Sebab Land Rover kini dihadapkan pada pertanyaan yang cukup sederhana tapi memiliki jawaban yang sulit untuk dicapai yakni bagaimana menjaga kemampuan legendaris Defender, namun bisa memperluas daya tariknya untuk menarik pelanggan baru.

Apalagi Land Rover Defender juga harus menghadapi peraturan batas standar emisi Euro5 yang rencananya akan diberlakukan di Inggris.

Satu usulan adalah membangun ulang Land Rover Defender dengan mencomot platform yang sama seperti Discovery dan Range Rover Sport. Tapi masalahnya, sasis kedua mobil tadi lebih mahal dibandingkan dengan yang digunakan Defender sekarang.

"Pilihan lain adalah untuk membawa model saat ini dengan menggunakan mesin Euro VI," imbuh Green.

"Ketiga adalah dengan terpaksa kita mengabaikan pasar. Ini pilihan kita paling tidak disukai karena kita memiliki basis pelanggan yang sudah dilayani untuk waktu yang lama, tapi tidak ada gunanya melayani pelanggan dan tidak berbisnis. Kita harus menghasilkan uang dan tiga pilihan itu berada di meja," kata Green.

(syu/ddn)

Berita Terkait