"Misalnya dalam satu tahun ini, orang hanya dapat beli mobil sekian per satu tahun. Produksi kendaraan per tahun ini yang harus dibatasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (3/8/2011).
Baharudin berpendapat cara ini lebih efektif. Dengan dibatasinya produksi kendaraan setiap tahunnya, kata dia, masyarakat tidak mudah untuk membeli kendaraan. "Jadi orang kaya itu tidak bisa gampang beli mobil," kilahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolda Metro Jaya Irjen Untung S Radjab sebelumnya keberatan dengan wacana pembatasan mobil dengan sistem warna. Keberatan Untung itu disampaikan oleh Wakil Kapolda Metro Jaya Brigjen Suhardi Alius pada Selasa 2 Agustus 2011.
"Implikasinya harus kita hitung, jangan sampai nanti kejadian demo. Nanti siapa yang hadapi (demo), polisi juga," kata Alius.
Sekadar diketahui, selain menerapkan kebijakan nopol genap-ganjil, Beijing juga menerapkan aturan bahwa yang bisa membeli mobil hanya mereka yang merupakan penduduk permanen di Beijing. Pajak tinggi sebesar 50.000 yuan (Rp 68 juta) pun diterapkan bagi setiap mobil yang dimiliki warga.
(mei/ddn)












































Komentar Terbanyak
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?