Teknologi yang sedang dikembangkan oleh para peneliti dari Institut Teknologi Berlin ini akan membantu pengemudi untuk rem mengerem mobil dalam keadaan mendadak.
Para peneliti, dengan menempatkan elektroda pada kulit kepala dapat membaca pikiran para pengendara dan memotong waktu yang diperlukan antara niat dan gerakan kaki untuk menginjak pedal gas dengan teknologi bernama electroencephalography (EEG). Dengan begitu, kecelakaan yang disebabkan karena kesalahan manusia pun diharapkan akan berkurang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Myoelectric (EMG) activity, yang disebabkan oleh ketegangan otot di tungkai bawah yang dapat digunakan untuk mendeteksi gerakan kaki sebelum benar-benar bergerak ke pedal rem juga teliti.
Stefan Haufe yang memimpin studi tersebut mengatakan bahwa mereka sekarang sedang mempertimbangkan untuk menggunakan teknologi tadi dalam mobil yang nyata, bukan lagi di simulator.
"Kita bisa dengan aman mengatakan bahwa hal ini terutama EEG dapat melakukan deteksi dini," ujarnya seperti detikOto kutip dari Daily Mail, Selasa (2/8/7/2011).
"Kami sekarang mempertimbangkan untuk menguji sistem online ini dalam mobil sebenarnya, bagaimanapun, jika teknologi ini masuk ke produk komersial, tentu akan digunakan untuk melengkapi teknologi bantu lain untuk menghindari konsekuensi dari 'alarm palsu' yang dapat mengganggu dan berbahaya," tuntasnya.
(ikh/ddn)










































