Pasalnya rencana yang dinilai seperti mendadak itupun disebut-sebut salah satu rencana pemerintah Indonesia dan Pemprov DKI Jakarta untuk menekan angka kemacetan di Jakarta.
"Sebetulnya ini soal moneter, itukan sudah mekanismenya sendiri. Rasanya kalau diatur-atur, artinya apa mau ngontrol arus uang, mengontrol arus mobil. Itu buat macet? itu tidak bakal berlaku," kata Pengamat Otomotif, Suhari Sargo kepada detikOto, Senin (1/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana tersebut juga bakal membuat ditolak oleh para produsen mobil yang jela-jelas sedang bersemangat meningkatkan penjualan mobil di Tanah Air.
"Saya kira tidak sejalan dan siapa yang mengsusulkan ini. Kebutuuhan kendaran sejelan dengan pertumuhan ekonomi. Orang akan tetap beli mobil," ucap Suhari.
Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia, Jongkie D Sugiarto mengungkapkan kalau kebijakan tersebut akan kontra produktif dengan semangat para industrialis yang sedang berusaha menarik perhatian pabrikan mobil asal mereka untuk menanamkan investasi di negeri ini.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer