Seperti yang diungkapkan Direktur Pemasaran PT Suzuki Indomobil Sales, Davy Tuilan, saat dihubungi detikoto, Senin (1/8/2011).
"Pemerintah harus menjelaskan seperti, kapan hal ini akan terjadi, seberapa besar kenaikkan, dan dengan cara mekanisme seperti apa, kalau semuanya jelas baru kami para industri akan mempersiapkan dengan baik," tutur Davy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau menurut saya pemerintah harus lebih menginformasikan, lebih lengkap dan lebih detail lagi. Karena hal ini bisa mengganggu pasar yang lain, bukan hanya industri otomotif," kata Davy Tuilan.
Di samping itu Davy pun menambahkan pemerintah perlu memperhitungkan seberapa besar kenaikkan suku bunga kredit selain menaikan uang muka kendaraan.
"Saat ini suku bunga yang ada itu mencapai 6,25 persen, dan pemerintah harus benar-benar memperhitungkan seberapa angka yang diinginkan. Karenan leasing itu mengambil selisih di sana, di jarak bunga BI dan leasing. Dan itu semua itu dilihat dari pasar yang sedang berkembang, dan saya tidak tahu bagaimana caranya agar semuanya terealisasi," kata Davy.
Saat ini kebanyakan uang muka atau DP kendaraan berkisar 11-12 persen bahkan ada pihak leasing menawarkan sebesar 20 persen dari harga mobil.
Sementara Menteri Perindustrian MS Hidayat sepakat dengan antisipasi Bank Indonesia (BI) yang mendorong lembaga keuangan menaikan uang muka atau down payment (DP) kredit kendaraan.
(ikh/ddn)











































Komentar Terbanyak
Pertalite Mau Dibatasi, Bahlil: yang Kaya Jangan Ambil Hak Rakyat
Viral Ribut-ribut Perkara Parkir: Istri Turun buat Nge-tag Tempat, Emang Boleh?
Trik Tutupi Pelat Nomor Demi Hindari ETLE Nggak Bakal Mempan