Penjualan Mobil Indonesia Bakal Kalahkan Thailand

Laporan dari IIMS 2011

Penjualan Mobil Indonesia Bakal Kalahkan Thailand

- detikOto
Jumat, 22 Jul 2011 10:07 WIB
Penjualan Mobil Indonesia Bakal Kalahkan Thailand
Jakarta - Pemerintah siap mendukung industri otomotif tanah air. Menko Perekonomian Hatta Rajasa pun optimistis penjualan mobil tanah air bakal menjadi yang terbesar mengalahkan Thailand.

"Pemerintah mendukung Gaikindo untuk bisa mengalahkan Thailand untuk menjadi basis produksi terbesar di Asia Tenggara. Itu pasti akan terjadi," ujarnya saat membuka The 19th Indonesia International Motor Show di JI Expo Kemayoran, Jumat (22/7/2011).

Dia meminta industri otomotif untuk tetap konsisten menjadi basis produksi dan pemerintah pun berjanji untuk mengembangkan industri dengan bantuan pemerintah antara lain dengan insentif pajak atau yang lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Industri otomotif diyakini akan makin berkembang menyusul perekonomian Indonesia yang makin membaik. "EKonomi Indonesia lebih berkembang dibanding negara China, AS," ujarnya.

Sudirman MR, Ketua Umum Gaikindo mengungkapkan bahwa sampai dengan saat ini total kapasitas maksimum perakitan mobil di Indonesia mencapai 860.000 unit.

"Kami berharap investasi di industri otomotif ini terus meningkat untuk mendukung target produksi 1 juta unit pada 2014," ungkap Sudirman.

Sedang dari sisi penjualan Sudirman memprediksikan angka 1 juta unit akan tercapai lebih cepat, yaitu tahun 2013, karenanya target produksi ini tentunya perlu didukung oleh kebijakan pemerintah serta kesiapan infrastruktur dalam negeri.

Menteri Perindustrian, MS Hidayat sebelumnya mengatakan bahwa untuk mempersiapkan target produksi ini, pemerintah akan mengatur distribusi kendaraan-kendaraan agar tidak menumpuk di Jabodetabek. Selain itu, kuota ekspor kendaraan roda empat ke luar negeri juga akan diperbesar, karena selama ini ekspor mobil baru mencapai 20 persen.
Β 
MS Hidayat juga mengungkapkan bahwa pemerintah akan terus berupaya memperbaiki iklim investasi otomotif nasional, guna memacu pertumbuhan sektor ini. Salah satunya dengan harmonisasi tarif bea masuk CBU (completely built up), CKD (completely knock down) dan IKD (incompletely knock down) untuk mendorong terjadinya pendalaman struktur industri.

Pemerintah juga memberikan fasilitas bea masuk ditanggung pemerintah (BM-DTP) untuk impor bahan baku komponen, agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing. Selain itu, pemerintah juga akan membangun infrastruktur penunjang industri, seperti pelabuhan mobil (car port).

"Pemerintah akan terus mendorong pengembangan industri komponen domestik, agar mampu memasok produk sesuai dengan permintaan pabrikan otomotif. Kami telah berkomitmen untuk terus mendukung industri otomotif dan menjadikannya sebagai salah satu industri prioritas," ujar Hidayat.


(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads