Tingkat Kepemilikan Mobil Masih Rendah

Tingkat Kepemilikan Mobil Masih Rendah

- detikOto
Kamis, 21 Jul 2011 18:11 WIB
Tingkat Kepemilikan Mobil Masih Rendah
Jakarta - Meski warga Indonesia yang tinggal di kota besar hampir setiap hari merasakan kemacetan, ternyata tingkat kepemilikan mobil di Indonesia ternyata masih rendah. Perbandingan kepemilikan mobil di Indonesia hanya 37 unit per 1.000 orang penduduk.

Angka tersebut didapat karena populasi Indonesia yang besar berbanding terbalik dengan jumlah mobil yang beredar. Hanya ada sekitar 8,63 juta mobil di Indonesia berbanding dengan jumlah penduduk yang mencapai 230 juta orang.

Angka itu seperti diuraikan oleh Director General, International Departement Japan Automobile Manufacturers Association, Inc. Yoshihiro Yano lebih kecil dibanding negara ASEAN lain seperti Thailand dan Malaysia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Thailand dengan jumlah mobil 10,1 juta unit dan penduduk 67,8 juta orang memiliki perbandingan 160 mobil per 1.000 orang. Sementara Malaysia dengan 8.900 mobil dan penduduk 27,5 juta orang memiliki perbandingan 319 mobil per 1.000 penduduk.

Jepang lebih tinggi lagi. Dari 73,8 juta mobil dengan penduduk 127,5 juta orang perbandingannya mencapai 579 mobil per 1.000 orang.

"Karena itu, Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial. Jumlah penduduknya paling banyak tapi tingkat kepemilikan mobilnya paling rendah di ASEAN," tandasnya di dalam seminar The 6th Indonesia International Automotive Conference di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (21/7/2011).

Perkembangan pasar mobil di Indonesia menurut ekonom Faisal Basri pun menunjukkan sisi potensial Indonesia.

Hal itu tidak lain karena kondisi Indonesia yang terbilang lebih stabil dan demokratis dibandingkan dengan Malaysia atau Thailand serta pendapatan ekonomi yang makin hari makin meningkat.

"Dengan semua indeks yang ada, pertumbuhan ekonomi kita salah satu yang paling baik di Asia. Seharusnya dengan hal itu, industri otomotif pun dapat tergenjot naik," ujarnya.

"Indonesia sangat lambat memanfaatkan situasi seperti saat ini. Dan pemerintah yang tidak bisa memanfaatkan respons dari setiap lini. Misalnya dengan meningkatnya perekonomian kita, seharusnya pemerintah bisa memanfaatkan ini. Untuk menumbuhkan populasi muda yang semangat dengan pemikiran baru untuk menciptakan kendaraan," ujar Faisal.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads