Menurut Presdir PT Mazda Motor Indonesia Yoshiya Horigome, di sela-sela peluncuran Showroom Mazda Bekasi, Kamis(14/7/2011), Bekasi, Jawa Barat, Mazda sebenarnya sekarang bisa membuat pabrik di Indonesia.
"Hal ini sudah sering saya bicarakan dengan prinsipal di Jepang. Karena saya yakin pertumbuhan otomotif di Indonesia akan terus tumbuh pesat. Tapi saya belum bisa katakan kapan kami akan membangun sebuah pabrik di sini dan kalau pun ada pembangunan pabrik maka kami (Mazda) akan mengumumkannya," ujar Horigome.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk penjualan tertinggi di Asia Tenggara memang masih dipegang oleh Thailand dan kita (Indonesia) berada di posisi kedua. Namun kalau dilihat tingkat pertumbuhan global, Mazda di Indonesia menduduki peringkat pertama bila dibandingkan dengan Mazda yang berada di negara lainnya," ujarnya.
Akan tetapi meski melihat pertumbuhan Mazda di Indonesia belum membuat prinsipal Mazda tertarik untuk membangun sebuah pabrik di Indonesia.
"Untuk saat ini belum ada rencana kasat mata untuk membangun pabrik di Indonesia. Tetapi kalau melihat pertumbuhan Mazda di Indonesia, seharusnya kami (Mazda) memiliki sebuah pabrik di sini (Indonesia)," ungkapnya.
Pada bulan Januari-Juni 2011 Mazda membukukan penjualan hingga hampir 4.000 unit atau sekitar 3.997 unit. Tidak berhenti sampai disitu, bahkan untuk bulan Juni 2011 Mazda juga memecahkan rekor dengan mampu menjual hingga 935 unit dibandingkan tahun sebelumnya yang mengukuhkan penjualan hingga 777 unit.
"Juni kami mencapai 935 unit, padahal untuk Mazda CX-7 dan CX-9 itu persediaan tersendat akibat tsunami waktu itu. Kalau stok itu ada pasti kami bisa melebihi rekor tersebut. Hal ini juga menandakan semakin dipercayanya Mazda di masyarakat Indonesia dan kami juga melakukan pembukaan-pembukaan diler atau showroom yang membuat semakin cepatnya pertumbuhan Mazda di Indonesia," ujarnya.
Mazda tahun ini menargetkan penjualan hingga 8.000 unit pada 2011 kali ini.
"Target penjualan kami di 2011 itu mencapai hingga 8.000 unit, dan kami rasa kami mampu mencapai itu. Dan dengan meningkatnya penjualan hingga bulan ini, menandakan meski sempat kehilangan penjualan akibat tsunami kami masih mampu berjualan dengan baik," katanya.
Tulang punggung penjualan Mazda di tanah air tetap Mazda2 sebanyak 60 persen disusul mobil pikap BT-50 pick up yang paling banyak digemari untuk pertambangan, seperti di Sumatera dan Kalimantan.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas