×
Ad

Mobil Hybrid Sekarang Belum Bebas Ganjil Genap, Seberapa Laris?

Ridwan Arifin - detikOto
Jumat, 23 Okt 2026 09:06 WIB
XL7 Hybrid Foto: SIS
Jakarta -

Pemerintah lewat Kementerian Perindustrian mendorong supaya mobil berteknologi elektrifikasi bisa bebas ganjil genap. Bicara pangsa pasar mobil hybrid, seberapa laris meski belum mendapat keistimewaan non-fiskal?

Berdasarkan data wholesales (distribusi pabrik ke dealer) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), mobil hybrid sepanjang tahun 2026 ini sudah terdistribusi sebanyak 65.968 unit. Distribusi mobil hybrid masih kalah dari mobil listrik yang tembus 117.218 unit.

Total pangsa pasar nasional Januari-September 2026 itu mencapai 679.020 unit. Artinya, mobil hybrid mengambil 9,72% dari total pangsa pasar nasional, sementara mobil listrik mendominasi di angka 17,26%.

Perlu diketahui, penjualan mobil hybrid tumbuh dari tahun ke tahun. Berikut ini datanya:

2021: 2.472 unit
2022: 10.344 unit
2023: 54.179 unit
2024: 59.903 unit
2025: 65.943 unit
Jan-Sept 2026: 65.968 unit

Penjualan mobil hybrid dulu lebih tinggi, tapi sekarang disalip mobil listrik. Berikut ini data penjualan mobil listrik:

2021: 687 unit
2022: 10.327 unit
2023: 17.051 unit
2024: 43.188 unit
2025: 103.931 unit
Jan-Sept 2026: 117.218 unit

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengusulkan insentif non-fiskal bagi mobil berteknologi hybrid, plug in hybrid, dan range extended electric vehicles (REEV).

"Nonfiskal itu misalkan administrasi, di kota-kota bisa dipakai, ganjil genap tidak terkena, ada parkir khusus. Mungkin juga kalau yang masih perlu charger, ada fasilitas charger dan sebagainya," ujar Menperin Sarmuji seusai melakukan pertemuan dengan pengurus Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) di Jakarta, Rabu (21/10), dikutip dari keterangan resminya.

Dari sisi industri, pengembangan kendaraan hybrid, plug-in hybrid, dan REEV juga dinilai memiliki keunggulan karena masih memanfaatkan sejumlah komponen kendaraan bermesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE). Dengan demikian, industri komponen otomotif nasional memiliki peluang untuk beradaptasi secara bertahap menuju era elektrifikasi.

"Kalau yang plug-in maupun hybrid biasa maupun REEV itu masih memakai baterai, tetapi juga masih memakai mesin ICE. Jadi, komponen-komponen yang sekarang diproduksi tidak perlu berubah secara total. Menyesuaikan dirinya masih lebih mudah," kata Sarmuji.



Simak Video "Review Lepas L8: Jangan Hina Namanya, Mobil Rp 500 Jutaan ini Rasanya Luar Biasa! "

(riar/rgr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork