Daur Ulang Limbah Baterai, VinFast Indonesia Kerja Sama dengan 2 Perusahaan Ini

Daur Ulang Limbah Baterai, VinFast Indonesia Kerja Sama dengan 2 Perusahaan Ini

Luthfi Anshori - detikOto
Senin, 06 Jul 2026 11:13 WIB
VinFast VF MPV 7
VinFast. Foto: Luthfi Anshori/detikOto
Jakarta -

VinFast Indonesia mulai menyiapkan pengelolaan limbah baterai kendaraan listrik sebagai bagian dari pengembangan ekosistem elektrifikasi di Tanah Air. Namun, untuk tahap awal, pabrikan asal Vietnam tersebut belum akan menangani proses daur ulang baterai secara mandiri.

Head of Training Department VinFast Indonesia, Rinaldi Ramdani, mengatakan pengelolaan limbah baterai akan dilakukan bersama dua mitra strategis yang berpengalaman di bidang teknologi baterai, yakni Gotion dan CATL. Kebetulan dua perusahaan baterai asal China itu sudah memiliki pabrik di Indonesia.

"Ya, recycling baterai tentunya kami bekerjasama dengan beberapa vendor ya. Ada Gotion lalu ada CATL," kata Rinaldi saat ditemui di Jakarta belum lama ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Rinaldi, kedua perusahaan tersebut akan bertanggung jawab dalam proses pengelolaan dan daur ulang limbah baterai kendaraan listrik VinFast di Indonesia. Langkah ini dipilih karena VinFast ingin memastikan proses pengolahan limbah dilakukan sesuai standar dan ditangani oleh pihak yang telah memiliki kompetensi.

ADVERTISEMENT

"Nah, partner bisnis atau partner strategis kami ini yang nanti akan membantu kita untuk mengelola recycle atau mengelola limbah baterainya. Jadi akan dikelola di Indonesia. Kami saat ini tentunya belum memiliki kemampuan untuk itu (mendaur ulang limbah baterai). Makanya untuk yang lebih berpengalaman di sini ada partner kami, Gotion dan CATL," tegasnya.

Kendati demikian, VinFast tidak menutup kemungkinan untuk mengembangkan kemampuan mendaur ulang baterai secara mandiri di masa depan. Rinaldi berkata, perusahaan akan terlebih dahulu mempelajari proses dan teknologi yang digunakan sebelum memutuskan membangun fasilitas atau kemampuan sendiri.

"Ke depannya bukan tidak mungkin kami akan mengelola, sambil kita mempelajari pola bagaimana kita me-recycle baterai. Karena tentu kita nggak mau gegabah untuk buru-buru langsung me-recycle baterai sendiri. Kami tentunya akan lakukan riset dulu. Dan saat ini partner yang paling strategis dengan kami adalah CATL dan Gotion," jelasnya.

Kerja sama dengan Gotion dan CATL menjadi salah satu langkah VinFast membangun ekosistem kendaraan listrik yang lebih berkelanjutan di Indonesia. Selain menghadirkan produk dan memperluas jaringan layanan, pengelolaan limbah baterai juga menjadi aspek penting untuk mendukung siklus hidup kendaraan listrik agar lebih ramah lingkungan.

Selain itu, dengan menggandeng perusahaan yang telah berpengalaman di industri baterai global, VinFast berharap proses pengelolaan limbah baterai ini dapat berjalan aman, efisien, dan sesuai dengan standar yang berlaku di Indonesia.




(lua/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads