Keraguan Beli Mobil Listrik? XPENG Punya Jawaban Teknisnya

Keraguan Beli Mobil Listrik? XPENG Punya Jawaban Teknisnya

Akfa Nasrulhak - detikOto
Jumat, 29 Mei 2026 10:44 WIB
Test drive Xpeng G6.
Foto: Doc Xpeng Indonesia
Jakarta -

Minat masyarakat Indonesia terhadap mobil listrik terus tumbuh, namun keraguan sebelum membeli masih jadi penghalang nyata. Pertanyaan soal seberapa jauh bisa melaju, seberapa cepat mengisi daya, hingga seberapa terpercaya purna jualnya masih sering muncul di benak calon konsumen.

XPENG, merek kendaraan listrik pintar asal China yang didirikan pada 2014 dan mengembangkan teknologi ADAS, sistem operasi kendaraan, serta powertrain secara mandiri, kini sudah resmi hadir di Indonesia dengan dua model: SUV coupe G6 dan MPV premium X9. Sebelum memutuskan beli, ada beberapa spesifikasi penting yang wajib dipahami calon konsumen.

1. Jarak Tempuh: Hitung Kebutuhan Harian Dulu

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ini selalu jadi pertanyaan pertama. Jawabannya bergantung pada kapasitas baterai dan efisiensi platform kendaraan. XPENG G6 varian Standard Range menggunakan baterai LFP berkapasitas bruto 66 kWh dengan jarak tempuh sekitar 435 km berdasarkan standar WLTP. Sementara G6 Pro memakai baterai LFP 80,8 kWh yang diklaim mampu menjangkau hingga 525 km (WLTP) dalam sekali pengisian daya.

Untuk XPENG X9, angkanya lebih jauh lagi. Varian Long Range Pro+ diklaim mampu menempuh hingga 690 km berdasarkan standar NEDC, menjadikannya salah satu MPV listrik dengan jangkauan terjauh di kelasnya. Untuk penggunaan harian di kota-kota Indonesia, angka-angka ini sudah sangat mencukupi - bahkan dengan memperhitungkan efisiensi yang berkurang akibat AC menyala penuh dan kondisi lalu lintas.

ADVERTISEMENT

2. Arsitektur 800V dan Kecepatan Pengisian Daya

Kekhawatiran soal waktu tunggu isi daya kini punya jawaban teknis yang konkret. VP Commercial XPENG Indonesia Steven Sulung menjelaskan, G6 berbasis platform 800V XPower yang mampu mengisi jarak tempuh 230 km hanya dalam 10 menit. Secara keseluruhan, pengisian fast charging dari 10% hingga 80% hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit - yang diklaim terbaik di kelasnya saat ini.

G6 Pro melangkah lebih jauh dengan teknologi fast charging ultra cepat, di mana pengisian dari 10% hingga 80% hanya butuh sekitar 12 menit dalam kondisi ideal. Sementara itu, XPENG X9 dilengkapi sistem maximum charging berkapasitas 330 kW, yang mampu menambah jarak tempuh hingga 330 km hanya dalam 10 menit pengisian.

3. Jenis Baterai dan Keamanannya

Baterai adalah komponen termahal dalam sebuah mobil listrik. Penting untuk memahami teknologi di baliknya sebelum membeli. XPENG G6 Standard Range menggunakan baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) - teknologi yang dikenal lebih stabil secara termal dan memiliki siklus pengisian lebih panjang. Sementara XPENG X9 menggunakan baterai LFP 84,5 kWh pada varian Standard Range, dan baterai NCM (Nickel Cobalt Manganese) berkapasitas 101,5 kWh pada varian Long Range Pro dan Long Range Pro+.

Soal garansi, XPENG memberikan kepastian jangka panjang. XPENG G6 dilengkapi garansi baterai dan kendaraan hingga 8 tahun/160.000 km, ditambah gratis servis selama 5 tahun/100.000 km. Garansi yang sama juga berlaku untuk XPENG X9, yakni garansi baterai dan kendaraan selama 8 tahun, ditambah garansi ban selama 1 tahun untuk pembelian awal dan gratis pengisian daya selama 1 tahun.

4. Sistem ADAS: Seberapa Canggih Bantuan Berkendara?

Fitur keselamatan aktif berbasis AI menjadi salah satu pembeda XPENG dari merek lain. XPENG G6 dilengkapi XPILOT 4.0 dengan kemampuan Navigation Guided Pilot Level 3 dan one-pedal smart driving, didukung 29 sensor presisi tinggi untuk fitur seperti cruise control, lane centering assist, hingga auto parking assist.

Pada XPENG X9, XPILOT 4.0 hadir dengan kemampuan parkir otomatis yang dapat mengingat hingga 20 lokasi parkir berbeda, serta sistem perlindungan menyeluruh 360 derajat yang mendeteksi potensi risiko di sekitar kendaraan secara real-time. Fitur ini sangat relevan untuk pengguna perkotaan yang kerap menghadapi kondisi parkir terbatas.

5. Platform Kendaraan dan Relevansi Jangka Panjang

Membeli mobil listrik bukan hanya soal spesifikasi hari ini, tapi juga seberapa relevan teknologinya lima hingga sepuluh tahun ke depan. VP Commercial XPENG Indonesia menegaskan teknologi G6 mampu mengakomodasi kebutuhan pengguna hingga 10 tahun ke depan berkat platform 800V high-voltage-nya. XPENG G6 menggunakan platform SEPA 2.0 yang diklaim lebih ringan sekaligus lebih kuat, sehingga meningkatkan kinerja keseluruhan dan efisiensi energi kendaraan.

6. Jaringan Purna Jual dan Ekspansi Diler

Ketersediaan aftersales yang memadai adalah faktor yang kerap diabaikan namun krusial untuk kenyamanan kepemilikan jangka panjang. XPENG saat ini telah mengoperasikan dua diler 3S (Sales, Service, Sparepart) di kawasan PIK 2 dan Puri, dan berencana memperluas jangkauan ke Pluit, Pondok Indah, Sunter, dan BSD dalam waktu dekat. Ekspansi ke kota-kota besar seperti Surabaya, Bali, Medan, dan Makassar juga sudah direncanakan.

Soal harga, per 2026 XPENG G6 dibanderol mulai Rp 679 juta dan X9 mulai Rp 1,169 miliar. Kenaikan ini terjadi setelah berakhirnya insentif PPN Ditanggung Pemerintah untuk kendaraan listrik. Meski demikian, efisiensi operasional dan biaya perawatan yang lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar konvensional tetap menjadi argumen kuat untuk mempertimbangkan transisi ke kendaraan listrik.




(akn/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads