Indonesia Ditargetkan Punya 192 Ribu SPKLU pada 2034

Indonesia Ditargetkan Punya 192 Ribu SPKLU pada 2034

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Senin, 27 Apr 2026 19:28 WIB
SPKLU PLN
SPKLU di Indonesia. Foto: Tim detikOto
Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan bisa membangun ratusan ribu SPKLU dalam 6-8 tahun ke depan. Tujuannya, agar pemilik kendaraan listrik tak perlu khawatir saat mau berkendara jauh.

Kepala BBSP KEBTKE Kementerian ESDM, Trois Dilisusendi mengatakan, hingga Februari 2026, Indonesia baru punya 4 ribuan SPKLU yang terpusat di Pulau Jawa. Padahal, populasi mobil listrik sudah mencapai 119 ribuan unit. Angka itu belum termasuk kendaraan komersial yang jumlahnya 530-an unit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini status hingga Februari 2026. Jadi secara total memang belum masif, kita terus dorong. Saya kira saat kita bicara perjalanan Jakarta ke Bali, sudah aman bawa mobil listrik. Karena sudah tersedia SPKLU-nya," ujar Trois di Senayan, Jakarta Pusat (Jakpus).

SPKLU Signature di Summarecon Mall BekasiSPKLU Signature di Summarecon Mall Bekasi Foto: Dok. Summarecon Mall Bekasi

Dengan demikian, jumlah SPKLU di Indonesia tak sebanding dengan populasi mobil listrik yang saat ini telah beredar di jalan raya. Meski sebagian pemilik bisa melakukan pengecasan di rumah, namun keberadaan SPKLU yang merata tetap memberikan rasa tenang.

ADVERTISEMENT

Itulah mengapa, Kementerian ESDM bakal melakukan penambahan besar-besaran hingga delapan tahun ke depan. Menurut Trois, membangun ekosistem mobil listrik harus dimulai dari infrastrukturnya.

Berdasarkan Kepmen ESDM No. 24.K/TL.01/MEM.L/2025 tentang Rencana Pengembangan SPKLU untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, Indonesia ditargetkan punya 9.633 SPKLU tahun ini. Angkanya kemudian meningkat menjadi 62.918 SPKLU pada 2030 dan 192.251 SPKLU pada 2034.

SPKLU PLN UP3 Jogja, Banguntapan, Bantul, Rabu (17/12/2025).SPKLU PLN UP3 Jogja, Banguntapan, Bantul, Rabu (17/12/2025). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja

Ketika SPKLU sudah mencapai 192 ribuan titik pada 2034, populasi mobil listrik diyakini sudah tembus 2,8 jutaan unit. Bagaimana pun juga pertumbuhan kendaraan jauh lebih cepat dibandingkan jumlah SPKLU-nya.

Meski demikian, angka-angka tersebut hanya rencana. Realisasinya bisa saja lebih rendah atau justru lebih tinggi. Semua tergantung bagaimana kondisi pasar dan tingginya permintaan mobil listrik di masa depan.




(sfn/dry)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads