Komunitas Vespa Peringati Hari Batik Nasional, Vespaan Sambil Pakai Batik

ADVERTISEMENT

Komunitas Vespa Peringati Hari Batik Nasional, Vespaan Sambil Pakai Batik

Danzel Samuel - detikOto
Senin, 03 Okt 2022 18:09 WIB
Vespakita
Foto: dok. MPR RI
Jakarta -

Komunitas otomotif turut merayakan Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober. Vespakita menyelenggarakan Batik Nation Ride 2022 di enam kota besar di Indonesia, yakni Jakarta, Palembang, Solo, Bandung, Majalengka, dan Purwokerto dengan tema besar 'Bervespa, Berbagi, dan Berbudaya'.

Ketua MPR RI yang juga Ketua Umum IMI (Ikatan Motor Indonesia) Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan Batik Nation Ride 2022 diikuti sekitar 500 scooterist dari sekitar 50 komunitas vespa, dengan mengadakan sunday morning ride menggunakan baju batik.

"Start dari Black Stone Garage di Jalan Hang Jebat 1A, dengan dilepas langsung Direktur Operasional BOS Production selaku pengelola Black Stone Garage Djoko Iman Santoso, para scooterist kemudian menuju daerah Patiunus, Senayan, Kemenpora, Gatot Subroto, Soedirman, putar balik di Bunderan HI, dan finish di Sky Lounge Plaza Semanggi," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Senin (3/10/2022).

Ia menjelaskan selain memasyarakatkan batik di kalangan pencinta otomotif, kegiatan Batik Nation Ride 2022 juga diisi dengan ragam hiburan musik, live painting Vespa, dan charity untuk RS Jantung Harapan Kita. Serta memberikan makanan gratis bareng Vespa 60s Jabodetabek.

"Sebagai rumah besar bagi para komunitas otomotif dengan merangkul berbagai ekosistem otomotif yang ada di Indonesia, Black Stone Garage telah menjadi hub otomotif yang men-suppprt sekaligus menyelenggarakan berbagai kegiatan. Seperti yang dilakukan dengan mendukung Hari Batik Nation Ride 2022, sebagai bentuk kepedulian Black Stone Garage terhadap kegiatan komunitas otomotif sekaligus memajukan kebudayaan bangsa melalui batik," jelas Bamsoet.

Ia menerangkan pada 2 Oktober 2009, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO) menetapkan batik sebagai warisan budaya tak benda manusia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity) karena kaya dengan simbol dan makna filosofi kehidupan manusia. Batik dinilai pada proses pembuatannya, mulai dari pembuatan malam (lilin), pewarnaan, sampai pelepasan lilin dari kain.

"Batik khas Indonesia berbeda dengan Batik Printing asal China yang langsung dicetak mesin, tanpa proses filosofis dalam proses pengerjaannya. Jika dunia melalui UNESCO saja sudah mengakui batik Indonesia, maka kita pun juga harus menghargainya dengan membeli dan memakai batik yang diproduksi oleh perajin Indonesia," pungkas Bamsoet.



Simak Video "Asyik! Vespa LX Made in Indonesia Bentar Lagi Mengaspal"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT