Kamis, 05 Mar 2020 16:09 WIB

Aksi Penunggang Nmax-Xmax Bagi-bagi Masker

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Komunitas Motor Bagi-bagi Masker Komunitas Nmax-Xmax bagi-bagi masker. Foto: Dok. JMO
Jakarta -

Saat heboh wabah virus corona, masker menjadi barang yang paling diburu. Bahkan, banyak yang menjual masker dengan harga yang tidak normal. Kelangkaan masker di pasaran membuat banyak masyarakat panik.

Komunitas penunggang motor Yamaha Max Series (Nmax-Xmax), Jakarta Max Owners (JMO) melakukan hal positif dengan membagi-bagikan masker gratis.

JMO membagikan masker di beberapa titik di Jakarta dan Depok, Kamis (5/3/2020).

"Hal ini sering juga kita lakukan seperti bencana karhutla (kebakaran hutan dan lahan) beberapa tahun lalu, kami melalui induk organisasi INDONESIA MAX OWNERS, melaksanakan bagi-bagi masker gratis pada daerah yang berdampak," kata Ketua Umum Indonesia Max Owners (IMO) Adi Dewa dalam siaran persnya.

Ketua Umum JMO, Andyanto Sakti dan perwakilan founder JMO, Wahwi, bersama beberapa anggota JMO lainnya meminta kepada para spekulan penjual masker untuk menjual masker dengan harga normal.

Sebelumnya, dr. Wibisono, dokter yang hobi bermotor dan bertugas di RS Dr. Moewardi Solo, PKU, dan RS Indiarti Solo, mengatakan virus bisa dicegah masuk ke dalam tubuh dengan bantuan masker.

"Yang pasti kalau masker yang untuk bedah pasti itu bisa menangkal. Itu lebih bagus dari masker N95, cuma masker bedah itu hanya untuk sekali pakai. Karena kalau dipakai berulang-ulang dicuci dan lembab, daya saringnya sudah berubah," kata dokter yang menjadi Ketua MedDocs & Friends Solo Raya ini.

Untuk diketahui masker N95 memiliki satu lapisan filter, dapat menyaring 95 persen partikel yang berukuran > 0,3 mikron sehingga efektif untuk menyaring virus hingga polutan. Dan dilapisi dengan karbon aktif.

Sementara masker bedah yang biasa digunakan tim kesehatan ini memiliki warna hijau dan biru. Lapisan masker ini tipis dan banyak orang yang menyebutnya sebagai masker ojol. Masker ini umum digunakan saat kita berkendara agar tak terkena paparan polusi atau debu.

Masker bedah yang digunakan di RS berfungsi untuk mencegah tetesan cairan tubuh seperti keringat, air liur serta dahak. Agar cairan di dalam tubuh pasien atau orang yang terpapar penyakit tidak menyebar ke tempat lain yang sudah steril.



Simak Video "Komunitas Para Pecinta Mobil, Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com