Selasa, 26 Nov 2019 11:46 WIB

Komunitas Satria F150 Ingatkan Bahaya Gunakan Ponsel saat Berkendara

Rizki Pratama - detikOto
Foto: dok. Suzuki Satria F150 Club (SSFC)
Jakarta - Keselamatan berkendara merupakan pesan yang harus terus disampaikan agar tidak terjadi kecelakaan. Salah satu perilaku berkendara yang kerap menjadi penyebab kecelakaan adalah penggunaan telepon seluler saat berkendara.

Suzuki Satria F150 Club (SSFC) Pengda Depok pun turut menggaungkan pesan keselamatan tersebut dengan mengadakan kampanye keselamatan berkendara. Kampanye tersebut dibalut dengan tajuk "Stop menggunakan handphone saat berkendara, Pengemudi cerdas menggunakan handphone secara bijak".



Aktivitas sosialisasi dimulai dengan SSFC Depok mengunjungi pangkalan ojol di kawasan tersebut. Seperti diketahui memang ojol yang lekat dengan motor dan ponsel berpeluang besar melanggar keselamatan berkendara. Kampanye SFFC pun disambut oleh ojol yang hadir dalam kemasan acara berbentuk talkshow itu pada hari Sabtu (23/11/2019) di Depok, Jawa Barat.

Suzuki Satria F150 Club (SSFC)Suzuki Satria F150 Club (SSFC) Foto: dok. Suzuki Satria F150 Club (SSFC)


"Dari Data Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia menyebutkan bahwa setiap tahun ada 28.000-38.000 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Jumlah tersebut membuat Indonesia berada di peringkat pertama negara dengan rasio tertinggi kematian akibat kecelakaan lalu lintas di dunia," kata Ketua Panitia Pelaksana kegiatan itu, Awan Begawan.

Lebih lanjut ia menitikberatkan salah satu faktor penyebab kecelakaan adalah kurangnya konsentrasi akibat menggunakan ponsel saat berkendara. Hal itulah yang disorakkan SFFC kepada para peserta supaya mengurangi kebiasan menggunaan ponsel saat mengendarai sepeda motor.



"Penyebabnya bermacam-macam satu diantaranya Human Error, kurang konsentasi pada saat berkendara menjadi salah satunya penyebab kecelakaan dan yang paling sering menyebabkan kurang nya konsentrasi saat berkendara yaitu penggunaan Handphone pada saat betkendara, selain itu juga minimnya edukasi dan sosialisasi kemasyarakat. Beranjak dari hal tersebutlah SSFC Pengda depok tergerak untuk melakukan edukasi dan sosialisasi kepada para driver ojek online." tambah Awan.

Iptu Nanang Wahyu Wibowo,SH selaku Kanit Dikyasa dan Kamsel Satlantas Polres Metro Depok yang hadir juga kembali mengingatkan hukuman pelanggaran tersebut. Ia mengatakan pelanggaran penggunaan ponsel di Kota Depok masih sangat tinggi. Beliau menjelaskan pasal terkait yaitu Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 106 Ayat 1 yang menyebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Sementara itu, dalam Pasal 283 disebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750.000.

"Dengan adanya sosialisasi ini SSFC Pengda Depok berharap para driver ojek online menyadari bahwa konsentrasi saat berkendara itu sangat penting selain itu harapan kami kedepannya para driver menjadi lebih cerdas dan bijak dalam penggunaan Handphone serta memahami peraturan lalu lintas dan peraturan menteri perhubungan yang sudah di terapkan di indonesia," pungkas Ketua SFFC Pengda Depok, Achmad Caprut.

Simak Video "Komunitas Para Pecinta Mobil, Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com