Kamis, 02 Mei 2019 08:43 WIB

Suka Duka Relawan Memandu Mobil Ambulans

Luthfi Anshori - detikOto
Foto: Luthfi Anshori/detikOto Foto: Luthfi Anshori/detikOto
Jakarta - Memandu mobil ambulans merupakan pekerjaan sosial yang dilakukan tanpa pamrih oleh komunitas Indonesia Escorting Ambulance (IEA). Suka duka pun banyak mereka rasakan selama menjalani tugasnya.

"Sukanya, ngawal ambulans di jalan senang aja karena bisa menolong orang. Sesuai slogan kami, berbuat tanpa berharap," kata Trias, anggota perempuan IEA, kepada detikcom di Bekasi.

Sementara dukanya, masih ada saja pengguna jalan yang memandang negatif terhadap IEA.



"Respons masyarakat terhadap kami beragam sih. Ada yang men-support dengan baik, ada juga yang komentar negatif. Negatifnya, ada orang yang bilang 'kok warga sipil ngawal-ngawal mobil ambulans kayak Polisi aja, banyak yang pendapat kayak gitu," bilang Kabid Humas Nasional Indonesia Escorting Ambulance Sidqi Muhammad Luthfi.

Suka Duka Relawan Memandu Mobil AmbulansFoto: Luthfi Anshori/detikOto


"Saya juga pernah punya pengalaman kurang enak. Pernah ngawal, tapi 'gagal' saat di jalan. Karena pasien ada penyakit jantung dan sampai pertengahan jalan nggak ketolong dan wafat," ungkap Trias.



Sementara pengalaman kurang enak lainnya, Sidqi mengatakan jika masih banyak pengguna jalan di Indonesia yang kurang sadar dan tidak peduli dengan mobil ambulance yang sedang membutuhkan jalan.


Suka Duka Relawan Memandu Mobil AmbulansFoto: Ridwan Arifin

"Kadang ada saja pengendara yang mungkin reseh ya. Tapi kami tetap utamakan sikap salam sopan dan santun. Kami tidak menyentuh mobil, kami arahkan ke pinggir. Kalau misalkan dia buka kaca, kami beritahu bahwa di belakang ada mobil ambulans kondisi emergency," pungkasnya.

Lihat juga video Relawan Pemandu Ambulans:

[Gambas:Video 20detik]

(lua/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed