Selasa, 23 Apr 2019 13:42 WIB

Komunitas Relawan Pemandu Ambulans Ini Tersebar Diseluruh Indonesia

Luthfi Anshori - detikOto
Foto: Luthfi Anshori/detikOto Foto: Luthfi Anshori/detikOto
Bekasi - Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 1993, Pasal 65 Ayat 1, mobil ambulans menjadi salah satu kendaraan yang mendapat keistimewaan di jalan raya untuk didahulukan. Dengan payung hukum tersebut, seharusnya para sopir ambulans bisa leluasa menjalankan tugas mengantar pasien ke rumah sakit rujukan.

Namun yang terjadi di lapangan, faktanya tidak demikian. Sebab masih banyak mobil ambulans yang terhambat kondisi jalanan macet. Ditambah masih banyak pengguna jalan yang abai dengan raungan sirine mobil ambulans yang meminta untuk didahulukan.



Kondisi itu pula yang akhirnya menjadi alasan terbentuknya komunitas relawan pemandu mobil ambulans, yang punya nama Indonesia Escorting Ambulance (IEA).

"Awal mula terbentuknya IEA, dari grup whatsapp anak-anak motor yang prihatin karena melihat kendaraan prioritas (ambulans) tidak diberikan jalan oleh pengguna jalan lain," ungkap Kabid Humas Nasional Indonesia Escorting Ambulance Sidqi Muhammad Luthfi, saat ditemui detikcom, di Bekasi.

Dari obrolan group chat tersebut, kemudian ada salah satu anggota yang melontarkan ide untuk membuat organisasi pemandu mobil ambulance.

"Organisasi ini berdiri sejak tahun 2017, cuma baru memiliki legalitas 2018 kemarin. Lahirnya organisasi ini dari Bekasi. Lantas berkembang dan sekarang sudah ada 80 korwil di Indonesia, dengan anggota sekitar 2.000 orang," lanjutnya.



Saat ini, relawan Indonesia Escorting Ambulance diklaim sudah tersebar di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, dan Bali. Sementara khusus untuk chapter Bekasi ada 36 relawan, dengan rentang usia dari muda hingga tua.

"Untuk yang di Bekasi, rata-rata usia anggota ada yang dari 18 tahun sampai sekitar 60 an tahun. Ada laki-laki dan perempuan. Profesi relawan juga beragam, ada ojol, pegawai PT, ada yang home industri juga," lanjut Sidqi.

Meski beranggotakan dari berbagai generasi dan gender, komunitas ini tetap memiliki satu tujuan, yakni melakukan pendampingan mobil ambulans supaya lancar sampai rumah sakit tujuan. Dan pelayanan ini dilakukan atas dasar sukarela, tanpa dipungut biaya sepeser pun.

"Untuk fee (bayaran) kami tidak menerima sepeser pun. Bahkan jika memang keluarga pasien memberi, kami menolak. Karena tujuan kami ikhlas. Tujuan kami membantu pasien ini selamat sampai tujuan. Bagi kami, itu adalah bayaran setimpal atas yang kami lakukan," katanya lagi.

Ingin Punya Mobil Ambulans Sendiri

Tidak hanya berhenti pada layanan panduan, komunitas Indonesia Escorting Ambulance juga punya harapan bisa membantu masyarakat lebih banyak lagi. Salah satunya yakni dengan menyediakan unit layanan mobil ambulans gratis untuk pasien kurang mampu.

"Harapan kami ke depan, bisa memiliki unit ambulans sendiri agar kami bisa membantu kaum dhuafa yang kurang mampu. Karena kita sama-sama tahu, untuk menyewa ambulans itu memerlukan biaya yang tidak sedikit, makanya kami berusaha memiliki ambulans sendiri supaya bisa membantu mereka," ungkap Sidqi.

"Kami saat ini juga sedang menggalang dana untuk pengadaan ambulans, yang nantinya dipergunakan untuk membantu masyarakat kurang mampu. Untuk donasi bisa melalui link www.kitabisa.com/ieapeduli atau info lebih lanjut bisa hubungi nomor 0839-7321-7745," pungkas Sidqi. (lua/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed