Bukti Cinta Komunitas Guna Bangsa untuk Indonesia

M Luthfi Andika - detikOto
Sabtu, 30 Apr 2016 13:35 WIB
Foto: Pool (Istimewa)
Jakarta - Komunitas Guna Bangsa merayakan hari jadi ke-4 di 2016. Menyambut usia mudanya, komunitas yang terbentuk dari pecinta Vespa dan beberapa pabrikan lainnya. Coba membuktikan kecintaan dirinya kepada Indonesia.

Pembuktian kali ini pun langsung dibuktikan dengan melakukan touring dengan membagikan 600 buku pelajaran, serta buku pelajaran lainnya yang bisa menambah pengetahuan anak-anak. Sekaligus untuk mengkampanyekan, betapa pentingnya bisa membaca.

"Kita sangat terima kasih sekali, telah datang ke acara kami. Jadi apa sih 'GB' itu? Oke saya coba menceritakannya," ujar Bambang Mariano yang kerap disapa AB, tadi malam di Kemang Jakarta Selatan.

Dirinya menjelaskan komunitas Guna Bangsa, ingin menjadi komunitas yang tidak hanya senang melakukan touring atau jalan-jalan saja. Namun lebih mengarahkan untuk menjadi komunitas yang senang melakukan touring namun berguna untuk masyarakat.

Enam anggota GB pun melakukan touring Jakarta menuju Belitung menggunakan berbagai model Vespa seperti S, LS, Sprint, GT, GTV. Dengan masing-masing membawa 100 buku pelajaran, buku pintar, hingga Iqro, untuk dibagikan kepada anak-anak yang membutuhkan.

"Jadi komunitas GB sebelum memiliki pengertiannya menjadi Guna Bangsa, memiliki arti 'Great Baron'. Akhirnya saya siasati, karena belum ada nama komunitas semacam kepedulian. dan kita mengubah nama 'GB' menjadi Guna Bangsa di awal 2016," kata AB.

"GB atau kita punya terobosan, dan ini sesuatu yang berbeda. Akhirnya GB memutuskan untuk ke touring Belitung, Tapi kami membawa buku pintar, iqro, buku pelajaran untuk anak-anak kelas 6 kebawah. Kami pun memberikan presentasi dan buku berharga dengan cara on the spot. Jadi disaat kami melihat ada anak tidak sekolah di jam sekolah, maka kami akan memanggilnya, menanyakan kenapa tidak sekolah, memberikan pengertian pentingnya sekolah dan membaca buku, dan langsung memberikan buku pelajaran," tambah AB.

AB menjelaskan, Komunitas GB tidak ingin menjadi komunitas yang hanya melakukan bakti sosial. Namun memilih untuk melakukan sesuatu yang bisa dilakukan secara langsung. Total 600 buku pun dibawa dirinya, yang langsung disebarkan kepada anak-anak yang membutuhkan.

Dikesempatan ini pula GB mengabadikannya dengan membuatnya menjadi sebuah film pendek dengan berjudul 'Ride and Share'.

"Film ini merupakan perjalanan GB, dimana Ride-nya menggambarkan hobby kita melakukan touring, dan share disini diberi pengertian berbagi sesama. Selain itu kami disini ingin menghapus bahwa melakukan perjalanan ke Sumatera itu menyeramkan, dan membuktikan perjalanan atau touring ke Sumatera itu sangat enjoy dan aman. Ini alasan kami ke belitung. Sehingga kami bisa share ilmu, sekaligus mengeksplorasi alam Sumatera sambil berbagi ilmu," katanya.

"Sisa buku yang belum kami berikan kepada anak-anak. Akhirnya kita kasih ke SDN 3 Tanjung Pandan, serta memberikannya kepada anak-anak nelayan. Bicara soal ketangguhan Vespa selama perjalanan, kami bisa katakan Vespa sangat asyik untuk dikendarai. Kami tidak mengalami permasalahan sama sekali. Kami melakukan diawali dari Jakarta mulai jam 12 malam, sampe palembang 10 malam. Istirahat 2 malam di Palembang, melanjutkan perjalanan ke Bangka Belitung, total perjalanan kami mencapai 7 hari," tambahnya.

Perjalanan GB untuk Indonesia pun belum berakhir. GB berniat akan kembali melakukan perjalanan menuju Wakatobi, Makasar atau Manado, dengan membagikan 1 juta buku.

"Next Trip 2017, jika kami diijinkan Tuhan, kami mau ke Wakatobi, Makasar, Manado, dengan membawa 1 juta buku. Berapa banyak anggota GB yang akan ikut berpartisi? Nanti saya akan bermain kuota, nanti perjalanan tidak lebih dari 10 rider. Sehingga satu rider akan membawa 100 buku saja," katanya.

Piaggio Indonesia pun memberikan apresiasi tertinggi atas niat baik komunitas GB.

"Perjalanan Bangka Belitung kita support, kita sangat senang dengan niat baik komunitas GB. Karena kalau soal riding itu banyak sekali, sampai Aceh dan Flores pun banyak. Tapi kami senang saja melihat komunitas yang tidak hanya riding doang, tapi mereka bisa berbagi. Kita melihatnya kesitu," Ujar Bobby, Public relation Piaggio Indonesia. (lth/ddn)