Rasa letih perjalanan menunggang kuda besi dari Jakarta terobati seketika. Evaluasi kecil tentang perjalanan yang diselingi canda tawa turut menawarkan rasa lelah. "Rutenya asyik, tapi ada jalan yang rusak pas nanjak mau ke gerbang Gunung Bunder," kata bro David, anggota IBC yang sehari-hari berprofesi jurnalis foto, Sabtu (7/12/2013) pagi.
Seusai makan siang, para anggota IBC menyusuri kawasan wisata Pemandian Air Panas Alam Gunung Salak Endah (GSE) yang terletak dekat gerbang kiri Gunung Bunder. Di pemandian GSE wisatawan disodori pemandangan alam menghijau nan elok dengan gemericik air sungai. Dari gerbang GSE hanya berjarak ratusan meter. Jalan masuk menuju area pemandian wisatawan bisa dilalui mobil atau sepeda motor. Tersedia jasa-jasa parkir yang besarnya Rp 5.000 per sepeda motor. Tidak ada hitungan jam, walau agak mahal dibandingkan dengan tarif parkir di kawasan giri gerbang Gunung Bunder yang Rp 1.000 per sepeda motor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua IBC, bro Irfan melantik anggota baru di sungai yang ada di kawasan pemandian air panas. Simbolis pelantikan cukup sederhana berlangsung penuh akraban.
Touring IBC dari Jakarta-Gunung Bunder kali ini punya satu agenda penting, yakni pemilihan Ketua IBC untuk periode 2013-2015. Pemilihan yang berlangsung secara aklamasi akhirnya menetapkan bro Acoy sebagai ketua. "Saya akan coba meneruskan tradisi IBC, termasuk menyebarluaskan road safety lewat diskusi dan penyuluhan ke sekolah," ujar bro Acoy yang sehari-hari nunggang Kawasaki Ninja R itu.
Saat yang sama, ditetapkan juga susunan pengurus baru, yakni bro Nanang (wakil ketua) dan bro Nasir (bendahara). Sedangkan bro Edo Rusyanto dan bro Irfan menjadi penasihat IBC.
IBC adalah klub sepeda motor yang didirikan di Jakarta, pada 30 Desember 2006. Anggota dan simpatisan IBC tersebar di berbagai media massa cetak, elektronik, dan televisi. Selain menggelar touring, klub ini memiliki sejumlah agenda kegiatan seperti bakti sosial dan penyuluhan road safety.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih