Agar Tidak Disebut Geng Motor, Klub Motor Harus Konsolidasi

Agar Tidak Disebut Geng Motor, Klub Motor Harus Konsolidasi

- detikOto
Selasa, 17 Apr 2012 11:19 WIB
Agar Tidak Disebut Geng Motor, Klub Motor Harus Konsolidasi
Jakarta - Komunitas atau klub motor, harus mewaspadai isu kekerasan geng motor. Di internal perkumpulan, perlu ada antisipasi agar jangan sampai disusupi orang yang suka berbuat onar.

"Saya minta masing-masing perkumpulan motor, apa pun dan di mana pun itu, untuk berhati-hati. Jangan sampai disusupi orang-orang yang berlatar belakang kriminal," kata Kepala Badan Intelijen Negara Norman Marciano kepada wartawan yang mencegatnya di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (17/4/2012).

Marciano menegaskan bahwa klub atau kelompok penggemar motor tidak identik dengan geng motor. Sebuah klub motor umumnya dibentuk untuk mewadahi hobi enjoy riding bahkan banyak yang melakukan aksi sosial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi sekarang masyarakat resah, jadi kelompok atau klub motor harus konsolidasi. Yakinkan masyarakat bahwa keberadaan mereka tidak untuk mengganggu," sambung Norman.

Mengingat keanggotaan kelompok motor yang rata-rata terbuka, mantan Danpaspampres ini menyatakan bisa saja ada anggota TNI yang bergabung.

Tidak tertutup kemungkinan pula pelaku kekerasan adalah oknum TNI sebagaimana dugaan selama ini. "Pelakunya bisa dari mana saja," tegas Norman.

Lebih lanjut dia mengingatkan, masyarakat punya peran penting dalam menjaga keamanan. Orang tua wajib mengingatkan anak-anaknya yang menjadi anggota kelompok motor untuk berhati-hati.

Lalu bagaimana dengan peran aparat keamanan? "Sekarang yang sedang dicari, apakah ada jaringan geng motor di satu daerah dengan daerah lain. Nanti pada saatnya akan terungkap," jawab Norman.

(/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads