Rabu, 22 Jul 2020 09:41 WIB

Komunitas Mobil Off Road Tembus Desa Terisolir Akibat Banjir Masamba

Reinhard Soplantila - detikOto
Komunitas Mobil Off Road Terabas Desa Terisolir Akibat Banjir Masamba Foto: Reinhard Soplantila.Komunitas Mobil Off Road Terabas Desa Terisolir Akibat Banjir Masamba Foto: Reinhard Soplantila
Makassar -

Komunitas mobil Off Road dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) memberikan bantuan dan mengevakuasi warga sakit di daerah terisolir terdampak bencana banjir bandang di Desa Maipi, Kabupaten Masamba, Luwu Utara (Lutra). Mereka menggunakan puluhan mobil off road, untuk membuka jalur dan menerjang sungai lantaran akses jalanan yang sudah terputus akibat bencana.

Para pencinta mobil four-wheel atau 4WD yang tergabung dalam Indonesia Off Road Federation (IOF) Pengda Sulsel itu menempuh perjalanan dari Masamba ke desa Maipi dengan waktu kurang lebih tiga jam. Padahal jarak tempuh normal hanya sekitar 10 KM. Desa tersebut dipilih sebagai pusat bantuan, lantaran diketahui masih sulitnya akses dan bantuan yang diberikan ke warga sekitar.

"Kita ambil keputusan bagaimana mencapai titik desa yang terisolir, kebetulan desa itu namanya desa Maipi, yang di mana desa ini belum terjamah belum datang bantuan secara masif baik dari pemerintah setempat atau bantuan lain. Tapi Alhamdulillah kami bisa tembus di tempat itu dengan berbagai rintangan dan untuk menembus itu harus gunakan four-wheel drive kendaraan 4x4 Jeep yang memang dirancang khusus untuk melewati medan-medan seperti ini," ujar Ketua IOF Pengda Sulsel, Adi Rasyid Ali, pada Rabu (22/7/2020).

Komunitas Mobil Off Road Terabas Desa Terisolir Akibat Banjir MasambaKomunitas Mobil Off Road Terabas Desa Terisolir Akibat Banjir Masamba Foto: Reinhard Soplantila

Sesampainya di lokasi, para relawan langsung memberikan donasi berupa bahan makanan, pakaian, hingga alat-alat yang diperlukan pasca musibah banjir bandang melanda. Relawan juga turut mengevakuasi salah seorang pria lansia yang berada di lokasi ke RS di Masamba, lantaran diketahui mengalami sakit selama sepuluh hari dan terkurung akibat akses jalan yang putus.

"Kami bisa membawa warga di sana yang sakit sudah sepuluh hari tidak dijemput oleh pemerintah setempat, mungkin karena faktor alam jalanan hancur boleh dikata terpotong dan tidak berbentuk jalan lagi. (Kami) melewati sungai dan kita sampai ke titik tujuan dan Alhamdullilah setelah bagi bantuan kita bawa pasien menuju ke rumah sakit melewati area rintangan ekstrem," ungkap Adi.

Sementara itu, untuk mobil yang digunakan dalam aksi kemanusiaan tersebut diketahui berjenis jip dengan macam-macam jenis mulai dari Willys, Jimny, hingga Hardtop. Selain mobil tersebut, para relawan pencinta mobil tersebut juga turut membawa Buldozer untuk membuka jalur berlumpur dan mobil double cabin untuk mengangkut bantuan.

"Ada dua puluh lebih mobil (Off Road) membawa barang bahan makanan, perlengkapan bayi dan lain-lain. (Juga) Ada buldozer alat beratnya, mobil pick up mengangkut bantuan," terang ARA sapaan akrabnya.



Simak Video "Kerap Lemparkan Panah ke Warga, Geng Motor di Makassar Dibekuk"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lua)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com