Juru bicara PT Prosan, Aldrian Suryahadi mengatakan, pihaknya baru mengimpor enam jenis mobil dari pabrik yang berbeda-beda, yaitu empat jenis roda tiga dan dua jenis roda empat. Beberapa jenisnya dibuat ramah difabel.
Bagi penyandang disabilitas pada bagian kaki, difabel masih dapat menggunakan mobil beroda tiga. Rem dan pengaturan lainnya didesain berada di setang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya juga berencana akan merakit mobil itu di Indonesia untuk mengurangi biaya sekaligus dapat memodifikasi sesuai hasil uji coba ke difabel. Dia menargetkan Mei 2018 sudah memulai merakit dan memasarkannya.
"Spare part yang enggak ada di sini akan kita datangkan dari Cina. Namun seperti UNS (Universitas Sebelas Maret) sudah bisa bikin beberapa spare part, kita akan kerja sama denga universitas-universitas. Untuk body part, interior, roda, kita mampu," katanya.
Untuk mengisi daya mobil dari nol sampai penuh membutuhkan waktu 8 jam. Dengan daya tersebut, mobil dapat dijalankan untuk jarak rata-rata 80 sampai 100 km.
Kecepatannya mencapai 45 km/jam. Mobil dijual dengan kisaran harga Rp 48 juta sampai Rp 98 juta.
Mengenai izin jalan, menurutnya saat ini kendaraan dapat digunakan di jalan tanpa pelat nomor dan STNK.
"Tapi kalau dibutuhkan, kita siap menguruskan," pungkasnya. (sip/lth)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu