Komunitas JK Owners Jeep Wrangler Jatim Peduli Bencana Kelud

Komunitas JK Owners Jeep Wrangler Jatim Peduli Bencana Kelud

Rois Jajeli - detikOto
Sabtu, 22 Feb 2014 19:36 WIB
Komunitas JK Owners Jeep Wrangler Jatim Peduli Bencana Kelud
Surabaya - Komunitas pemilik Jeep Wrangler (JK Owner) di Jawa Timur melakukan kegiatan sosial peduli bencana letusan Gunung Kelud. Bersama kelompok masyarakat lainnya, mereka mengirimkan bantuan sembako serta bahan bangunan untuk perbaikan rumah warga terdampak Kelud.

"Ada lima titik lokasi yang menjadi sasaran penyerahan bantuan dari kami. Kita sudah berkoordinasi dengan aparat desa setempat serta Bupati Kediri," ujar Sekjen JK Owners Jawa Timur Ahmad Arif di sela-sela pemberangkatan penyerahan bantuan di diler Garansindo, Jalan HR Muhammad, Surabaya, Sabtu (22/2/2014).

Ia mengatakan, sebanyak 110 anggota JK Owners di Jawa Timur. Mereka sebenarnya ingin mengikuti kegiatan sosial ini, namun karena ada kesibukan masing-masing hanya 10 orang perwakilan saja yang berangkat ke kawasan Kecamatan Puncu Kediri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Data sementara ada sekitar 1.250 rumah yang rusak di kawasan Puncu. Karena lokasinya yang relatif berjauhan serta kondisi di lapangan, kita perkirakan kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari," kata Ahmad Arif yang General Manager Garansindo Surabaya.

Komunitas pemilik Jeep Wrangler ini bekerja sama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur, Masyarakat profesi penilai Indonesia (MAPPI) Jatim, Forum Kantor Jasa Penilai Publik (FKJPP) Jatim, Pemkab Pasuruan, rela menghimpun dana dari anggotanya sekaligus menyalurkan bantuan ke para korban.

Dana yang terkumpul total sekitar Rp 350 juta dalam bentuk barang seperti semen, tandon air, jerigen, atap asbes, terpal, sembako, pakaian layak pakai, popok bayi, selimut dan barang-barang lainnya. Bantuan tersebut diangkut menggunakan 9 truk dari Marinir TNI AL.

"Kita bersyukur bahwa antusiasme teman-teman anggota HIPMI, MAPPI serta komuniktas JK Owners untuk terlibat dalam kegiatan sosial ini cukup besar. Terbukti hanya dalam waktu kurang dari 10 hari sejak Gunung Kelud meletus, kita mampu mengumpulkan bantuan ini," tambah Ketua BPD HIPMI Jatim Muhammad Ali Affandi.

Sementara itu, Ketua Panitia MAPPI Peduli Gunung Kelud Satrio Wicaksono menambahkan, pada masa pasca bencana seperti ini, justru banyak bantuan yang dibutuhkan para korban.

"Ini butuh penanganan cepat, agar derita para korban juga tidak berlarut-larut," kata Satrio

(roi/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads