Anggapan ini pun langsung dibantah oleh Ketua Pembina Mercedes-Benz Club Indonesia Ridwan Pohan.
"Mahal atau tidak mahal kan relatif, sementara persepsi eksklusif itu 100 persen tidak benar, karena kembali lagi persepsi masyarakat bisa saja seperti itu," ujarnya dalam jumpa pers di Kota Baru Parahyangan, Bandung, Sabtu (23/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagaimana kita memberikan kontribusi pada masyarakat memberi nilai tambah, kontribusi buat masyarakat. Jadi kami tidak eksklusif, tergantung dari sudut mana anda melihatnya," ujarnya.
Presiden Mercedes-Benz Club Indonesia Doddy Moedjito menuturkan klub yang dikelolanya bukan sekedar klub biasa melainkan klub pelestarian mobil-mobil Mercy.
Karena itulah dalam Jambore kali ini dipamerkan juga berbagai tipe mobil Mercy yang sudah jadul.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?