Pesepeda Menjamur di Era New Normal, Sepeda Lipat Jadi Buruan

ADVERTISEMENT

Foto Oto

Pesepeda Menjamur di Era New Normal, Sepeda Lipat Jadi Buruan

Pool - detikOto
Rabu, 10 Jun 2020 19:10 WIB

Jakarta - Tingginya resiko penularan Corona di transportasi umum membuat warga memilih menaiki sepeda untuk beraktifitas. Dan sepeda lipat menjadi primadona saat ini.

LONDON, ENGLAND - JANUARY 13:  A man views the Brompton folding bikes on display at the London Bike Show at the ExCeL centre on January 13, 2011 in London, England. The bicycle trade show, which runs until January 16, 2011, features over 60 stands displaying of all types of bikes as well as clothing and bike accessories.  (Photo by Oli Scarff/Getty Images)

Penjualan sepeda dikabarkan meningkat sejak pandemi virus Corona COVID-19. Pegowes pemula paling banyak mencari jenis sepeda lipat karena dinilai praktis. Oli Scarff/Getty Images  

Sepeda lipat jadi salah satu andalan warga di ibu kota untuk beraktivitas. Bentuk sepeda yang bisa dilipat dan praktis membuat sepeda ini populer di masyarakat.

Gilbert dari toko sepeda Yerikho Bike di Kramat Jati, Jakarta Timur, baru-baru ini mengatakan sepeda lipat paling banyak dicari pembeli di tokonya. Karena dinilai paling praktis dan ringkas. Bisa dibawa kemana-mana dan dibawa naik kereta juga. detikcom/Agung Pambudhy    

CHICHESTER, ENGLAND - JULY 28:  A competitor cools down after the Brompton World Championship folding bike race, which is part of the Orbital cycling festival at Goodwood Motor Circuit on July 28, 2013 in Chichester, England. The race starts with a Le-Mans style sprint to the rider's bike, which is then assembled and followed by a 15.2km ride. A strict dress code of jacket and tie applies, with an award going to the most stylishly dressed.  (Photo by Matthew Lloyd/Getty Images)

Kisaran harga sepeda yang paling banyak diminati pemula, menurut Gilbert antara Rp 1 juta hingga Rp 10 juta. Sedangkan soal merk, tidak terlalu ada perbedaan. Hampir semua merk mengalami peningkatan penjualan. Matthew Lloyd/Getty Images  

Sepeda lipat jadi salah satu andalan warga di ibu kota untuk beraktivitas. Bentuk sepeda yang bisa dilipat dan praktis membuat sepeda ini populer di masyarakat.

Kondisi serupa juga dialami Dewo Prasetyo dari toko sepeda RodaLink Kelapa Gading, Jakarta Utara. Di toko ini, penjualan sepeda lipat juga mendominasi selama masa PSBB (pembatasan sosial berskala besar). detikcom/Agung Pambudhy  

CHICHESTER, ENGLAND - JULY 28:  A competitor cool downs after the Brompton World Championship folding bike race, which is part of the Orbital cycling festival at Goodwood Motor Circuit on July 28, 2013 in Chichester, England. The race starts with a Le-Mans style sprint to the rider's bike, which is then assembled and followed by a 15.2km ride. A strict dress code of jacket and tie applies, with an award going to the most stylishly dressed.  (Photo by Matthew Lloyd/Getty Images)

Soal motivasi membeli sepeda, para pegowes pemula umumnya hanya ingin mengisi kejenuhan dengan berolahraga. Sebagian lainnya mencari alternatif transportasi untuk pergi bekerja, karena risiko penularan virus Corona di transportasi publik dinilai lebih tinggi. Matthew Lloyd/Getty Images  

Pesepeda Menjamur di Era New Normal, Sepeda Lipat Jadi Buruan
Pesepeda Menjamur di Era New Normal, Sepeda Lipat Jadi Buruan
Pesepeda Menjamur di Era New Normal, Sepeda Lipat Jadi Buruan
Pesepeda Menjamur di Era New Normal, Sepeda Lipat Jadi Buruan
Pesepeda Menjamur di Era New Normal, Sepeda Lipat Jadi Buruan

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT