Minggu, 28 Jul 2019 15:48 WIB

Jurus Jitu Biar Orang Indonesia Tertarik Beli Mobil Listrik

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Mobil listrik i3s. Foto: Ari Saputra Mobil listrik i3s. Foto: Ari Saputra
Tangerang - Indonesia membutuhkan kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Pemerintah pun sedang menyiapkan regulasi kendaraan elektrifikasi.

Memang, belum banyak orang Indonesia yang menginginkan kendaraan elektrifikasi, baik hybrid, plug-in hybrid maupun elektrik sepenuhnya. Menurut hasil survei yang dipaparkan Riyanto, peneliti senior dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia, orang Indonesia masih lebih memilih mobil konvensional. Bahkan masih banyak yang belum mengetahui soal kendaraan elektrifikasi.


Soal implementasi kendaraan elektrifikasi, Indonesia tidak bisa langsung menerapkan mobil listrik sepenuhnya. Rekomendasi Riyanto, sebaiknya elektrifikasi kendaraan dilakukan secara bertahap mulai dari hybrid, plug-in hybrid sampai mobil listrik sepenuhnya.

"Kemudian perlu insentif yang cukup bagus, termasuk pembebasan pajak, PPnBM terutama, insentif-insentif lain untuk R&D," kata Riyanto dalam acara Seminar Gaikindo Future Powertrain Technology Scenario di arena GIIAS 2019 di ICE, BSD, Tangerang, Kamis (25/7/2019).

Insentif non-fiskal juga dibutuhkan agar mobil listrik diminati orang Indonesia. Misalnya, mobil listrik bisa bebas peraturan pembatasan kendaraan ganjil-genap, terdapat fasilitas parkir, dan sebagainya.

Selanjutnya, rekomendasi agar mobil listrik dilirik orang Indonesia adalah pemerintah menggunakan kendaraan elektrifikasi. Dengan melihat penggunaan kendaraan listrik oleh kalangan pemerintah, masyarakat Indonesia nantinya bisa meniru.

"Kemarin Bu Sri Mulyani (Menteri Keuangan) memberikan contoh yang bagus, beliau mau beli juga (kendaraan elektrifikasi). Memang pemerintah yang harus membuka dulu memberikan contoh. Saya kira pasarnya juga cukup banyak, misalnya untuk menteri eselon 1, nanti bisa dihitung berapa banyak kebutuhan untuk pemerintah ini. Jadi mulai kebutuhan pemerintah kemudian transportasi publik. Kalau nanti ada yang memberikan contoh yang baik nanti akan diiuti. Terutama kalau bisa pakai public figure. kita dorong untuk memberikan contoh," kata Riyanto.


Edukasi langsung kepada masyarakat terhadap kendaraan listrik juga sangat dibutuhkan. Sebabnya, mobil listrik masih dianggap sebagai mobil mahal.

"Kemudian massive campaign, kalau sekarang mungkin jarang ditemukan kendaraan listrik, hanya di setiap pameran saja. Mudah-mudahan nanti bisa dijumpai di mal dan seterusnya," tutup Riyanto.

Simak Video "Honda Monkey, Si Mungil yang Dibanderol Rp 65 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed