Senin, 22 Jul 2019 18:36 WIB

GIIAS 2019: Jimny Bermesin Ertiga di RI Bukan yang Termurah di ASEAN

Dina Rayanti - detikOto
Suzuki Jimny. Foto: Ari Saputra Suzuki Jimny. Foto: Ari Saputra
Tangerang - Suzuki akhirnya meluncurkan Jimny di Indonesia pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 setelah dipasarkan di beberapa negara ASEAN terlebih dahulu seperti Thailand, Singapura, juga Filipina.

Di beberapa negara ASEAN itu harga Jimny cukup mengejutkan dan membuat mengelus dada. Di Thailand misalnya harga Jimny yang kini mengusung mesin sama dengan Ertiga dijual mulai Rp 1.580.000 baht atau Rp 714 jutaan dan Jimny transmisi otomatis dibanderol 1.680.000 baht atau Rp 760 jutaan.


Itu belum seberapa, di Negeri Singa harga Jimny jika dikonversi ke rupiah mencapai miliaran. Suzuki Singapura membanderol Jimny 114.000 dolar Singapura. Jika dikonversi ke rupiah, harga Jimny di Negeri Singa mencapai Rp 1,16 miliar.

Suzuki JimnySuzuki Jimny Foto: Ari Saputra


Tak seperti di Thailand, Suzuki Singapura hanya menawarkan satu varian Jimny yang mengusung mesin K15B berkapasitas 1.500cc.

Jimny juga mulai dijual di Filipina sejak Maret 2019. Di sana Jimny ditawarkan dalam empat pilihan. Harganya pun beragam mulai dari 975.000 Filipina Peso sampai yang tertinggi 1.095.000 Filipina Peso.


Jika dirupiahkan dengan kurs saat ini Jimny tak tembus Rp 300 juta. Jimny termurah di Filipina punya harga Rp 266,8 juta hingga yang termahal Rp 299,6 juta.

Di Indonesia, Suzuki Indomobil Sales juga telah mengumumkan harga Jimny berbarengan dengan peluncurannya. Sama halnya dengan di FIlipina, Jimny di Indonesia juga ditawarkan dalam empat pilihan.

Jimny generasi keempat ini ditawarkan mulai dari Rp 315,5 juta untuk varian single tone MT, Rp 317,5 juta untuk varian Two Tone MT, Rp 328 juta untuk varian single Tone AT, dan terakhir Rp 330 juta varian Two Tone AT.

Apabila melihat perbandingan harga di atas, harga Jimny di Indonesia masih kalah murah dengan Filipina. Namun bukan pula yang termahal karena di Singapura dengan biaya kepemilikan atau COE (Certificate of Entitlement) harga Jimny malah tembus miliaran.


Tentunya pihak Suzuki tak asal-asalan membanderol harga Jimny di Indonesia melainkan sudah melalui pertimbangan tersendiri. Disebut Suzuki harga Jimny dipengaruhi PPnBM yang mencapai 30 persen.

"Biaya produk karena ini CBU dan berkaitan dengan regulasi karena masih four by four sehingga kami kena PpnBM 30 persen saat ini. Jadi kami berharap harga yang kami set tetap value for money kepada konsumen,"

Kalau menurut detikers, harga Jimny mahal, murah, atau sudah sesuai dengan kantong orang Indonesia?



GIIAS 2019: Jimny Bermesin Ertiga di RI Bukan yang Termurah di ASEAN


Simak Video " Keren! Kursi Mobil Ini Fleksibel Banget"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com