Minggu, 21 Jul 2019 13:58 WIB

Fitur ABS Tidak Lebih Mahal daripada Nyawa

Rizki Pratama - detikOto
Foto: dok. Bosch Foto: dok. Bosch
Tangerang - Beberapa orang masih menilai Antilock Braking System (ABS) adalah fitur keamanan yang cukup mahal di kantong. Fitur keselamatan yang sudah masuk dalam aturan kendaraan beberapa negara di dunia ini sayangnya masih dianggap sepele di Indonesia.

Bosch sebagai manufaktur komponen otomotif termasuk ABS menanggapi pendapat mengenai harga tersebut. Menurut Managing Director PT Robert Bosch, harga ABS sudah cukup ideal jika dibandingkan dengan harga nyawa.



"Pertama harga dari ABS tidaklah mahal. Kedua, berapa harga dari nyawa?" Kata Powell saat ditemui di GIIAS 2019, ICE BSD, Tangerang, Jumat (19/7/2019).

Harga yang dilabeli pada saat ini sudah sesuai dengan berbagai riset. Menurut Powell fitur seperti ABS ini secara aktif mampu menghindari kecelakaan.



"Kami telah mengkalkulasikannya dan hanya sedikit negara di dunia yang belum mewajibkan ABS atau ESP. Ini merupakan sistem aktif yang mencegah kecelakaan," tambahnya.

Di dunia sampai saat ini hanya ada 3 wilayah yang belum mewajibkan kendaraan berfitur ABS. Benua Afrika, Timur Tengah dan Asia Tenggara kecuali Malaysia.

"Kami telah melakukan berbagai riset ABS selama 40 tahun yang telah diterapkan pada kendaraan di seluruh dunia. Cuma ada 3 area di dunia yang belum mewajibkannya, di Afrika, Timur Tengah, dan Asia Tenggara dengan pengecualian Malaysia," ungkap Powell.

Simak Video "Honda Monkey, Si Mungil yang Dibanderol Rp 65 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed