Sabtu, 20 Jul 2019 10:22 WIB

Dear Jokowi, Renault Minta Keringanan Impor Mobil

Rizki Pratama, Rizki Pratama - detikOto
Renault Triber Foto: Rifkianto Nugroho
Tangerang - Renault berusaha untuk bangkit kembali di bawah komando PT Maxindo Renault Indonesia. Mengusung rencana yang ambisius, mobil asal Prancis ini terhalang oleh pembatasan impor.

Beberapa produk Renault di Indonesia saat ini masih didatangkan secara utuh dari pabrik di India dan Korea. "Semua masih CBU, Koleos (dari) Korea. Duster dan Kwid dari India, Triber juga CBU dari India," ujar COO Maxindo Renault Indonesia, Davy J Tulian di booth Renault GIIAS 2019, ICE, BSD, Tangerang.



Triber yang digadang Renault sebagai tulang punggung penjualan dengan iming-iming berharga LCGC pun akan kesulitan menyediakan unitnya akibat pembatasan impor. Davy mengatakan kendala tersebut coba dirembukkan dengan pemerintah dengan komitmen perakitan lokal nantinya.

"Untuk kuota impor kami setuju di saat kami masih pemasaran dengan metode CBU tapi saya selalu katakan kami sedang pelajari. Dan ini komitmen pada pemerintah sehingga boleh CBU dulu," papar Davy.




Setelah penjualan Triber mencapai volume yang cukup janji perakitan lokal pun akan dipenuhi. "Kami optimistis ketika animo Triber membaik. Maka akan sangat baik untuk CKD di Indonesia," tutur Davy.

Davy juga menegaskan ia sangat optimistis dengan strateginya terutama dari penawaran harga murah mobil impor tersebut. "Kisaran harga dipastikan akan bersaing dengan kelas low MPV dan juga kelas bawahnya (LCGC). Yang pasti akan sangat menarik dan sangat kompetitif," pungkas Davy. (rip/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com