Kamis, 18 Jul 2019 13:55 WIB

GIIAS 2019

Aturan Mobil Listrik Harus Pas, Biar Ada yang Beli

Rizki Pratama - detikOto
Mobil listrik BPPT. Foto: Rifkianto Nugroho Mobil listrik BPPT. Foto: Rifkianto Nugroho
Tangerang - Setelah menghadiri pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, Jusuf Kalla mengungkapkan bagaimana perkembangan aturan kendaraan listrik di Indonesia.

Hingga saat ini ia menyimpulkan mobil listrik perlu sinergi dari berbagai aspek agar dapat meluncur mulus di Indonesia.


"Aturannya, keuangannya, pajaknya itu harus sinkron," ujar JK setelah menghampiri beberapa Booth di GIIAS 2019, ICE BSD, Tangerang Kamis (17/7/2019).

Segala aspek tersebut dikatakan JK harus seimbang agar menarik bagi konsumen dan juga industri terkait mobil listrik di Indonesia.

"Hingga bisa menarik industri dan juga bisa menarik konsumen diseimbangkan antara industri dan konsumennya," timpalnya.

Mengenai pajak mobil listrik pun tampaknya tak bisa dihilangkan karena akan mengganggu keuangan. Sebaliknya jika ada pajak jangan terlalu tinggi agar terjangkau kantong masyarakat Indonesia.


"Kalau pajaknya dihilangkan nanti keuangannya bagaimana. Tapi kalau pajaknya tinggipun semuanya tidak kebeli jadi disimpulkan itu," pungkas JK.

Seperti diketahui aturan soal mobil listrik termasuk pajaknya yang tertuang dalam peraturan presiden masih terus digodok. Kabarnya, perpres mobil listrik itu sudah sampai di meja presiden Joko Widodo dan tinggal menunggu untuk diteken.

Perpres mobil listrik itu pun kabarnya akan disahkan tahun ini.

Simak Video " Keren! Kursi Mobil Ini Fleksibel Banget"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com