Kamis, 25 Apr 2019 14:31 WIB

Perpres Kendaraan Listrik Rampung Tahun Ini

Luthfi Anshori - detikOto
Menperin mencoba duduk di mobil Mercy yang dipamerkan di IIMS 2019 Foto: Pradita Utama Menperin mencoba duduk di mobil Mercy yang dipamerkan di IIMS 2019 Foto: Pradita Utama
Jakarta - Pengembangan kendaraan listrik di Indonesia masih terhambat oleh belum adanya regulasi yang mengatur kendaraan ramah lingkungan ini.

Pemerintah pun sudah menyusun draft Perpres Kendaraan Listrik sejak satu tahun terakhir. Dan diyakini peraturan tersebut akan selesai di 2019 ini.

"Perpres (kendaraan listrik) dalam waktu dekat (rampung), sebab perpres ini juga terkait dengan fasilitas PPnBM. Targetnya semester ini (rampung)," terang Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, kepada wartawan, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Pemerintah sendiri mempunyai target memproduksi 20 persen kendaraan listrik dari total kendaraan yang diproduksi pada tahun 2025 nanti.



"Maka itu pemerintah menyiapkan insentif untuk kendaraan LCEV (Low Carbon Emission Vehicle). Basisnya listrik. Kami lihat industri yang emisi paling rendah adalah electric vehicle, tentu mendapatkan fasilitas PPnBM yang terendah," lanjutnya.

Tak hanya menargetkan produksi mobil listrik di dalam negeri, pemerintah juga punya target membangun Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU). "Charging station diharapkan sebelum 2025 sudah tersedia di beberapa kota," pungkas Airlangga.

Sebelumnya Menteri Kordinator dan Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Perpres kendaraan listrik segera diketuk palu.

"Hari ini Insyaallah, rapat Presiden, bulan ini kita harapkan paling lambat awal bulan depan (selesai)," singkat Luhut di Kantor Blue Bird saat peluncuran taksi listrik di Mampang, Jakarta Selatan, Senin (22/04/2019).

Perpres Kendaraan Listrik Rampung Tahun Ini
(lua/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com