Kamis, 04 Okt 2018 11:38 WIB

Laporan dari Jerman

Monkey, Tawaran Nostalgia dari Honda untuk Rider Eropa

Ahmad Toriq - detikOto
Honda Monkey. Foto: Ahmad Toriq Honda Monkey. Foto: Ahmad Toriq
Cologne - Honda juga menawarkan motor nostalgia untuk para rider Eropa di Intermot 2018 yang digelar di Cologne, Jerman. Jika di Indonesia motor nostalgia yang ditawarkan adalah Supercub, di Eropa Honda menawarkan Monkey.

Honda Monkey merupakan motor hit di Eropa pada tahun '60-an. Motornya kecil, bannya saja 12 inci. Namun disebut enak dikendarai hingga bisa membuat tersenyum.

Honda memperkenalkan Monkey 2019 di Intermot atau International Motorcycle Fair 2018 yang digelar di Cologne, Jerman, dari tanggal 3-7 Oktober 2018. Bersama Astra Honda Motor (AHM), detikOto menghadiri pameran motor terbesar itu saat press day, 2 Oktober kemarin.



Honda Monkey 2019 menggendong mesin 125 cc empat tak injeksi dengan sistem pendinginan udara. Tranmisinya 4 percepatan. Remnya juga sudah ABS.

Kesan retro tetap terasa di desainnya. Ada tiga trim yang ditawarkan Honda, yaitu kuning-putih; hitam-putih; dan merah-putih. Oh iya, motor ini diimpor dari Thailand.

Monkey ditawarkan dengan harga 3.999 Euro atau sekitar Rp 71,6 juta. Harga itu belum termasuk ongkos kirim.

Ada dua segmen konsumen yang diincar Honda dengan Monkey, yaitu para senior yang ingin bernostalgia dan anak muda yang ingin tampil beda. Namun kenyataannya, para pemesan Monkey kebanyakan adalah orang-orang yang sudah berumur.



"Orang yang lebih tua suka dengan Monkey, mengingatkan mereka dengan zaman muda. Di Eropa, Jerman, motor nostalgianya adalah Monkey," ujar Vice President Honda Deutschland Rudolf Harrer saat berbincang dengan jurnalis dari Indonesia.

Honda sebenarnya ingin anak muda tertarik mengendarai motor dengan merilis Monkey. Namun itu tadi, kenyataannya, kata Rudolf, pengendara motor di Eropa kian lama kian tua, hingga peningkatan minat mengendarai motor untuk anak muda masih perlu digenjot lagi.

"Kami ingin anak-anak muda tertarik mengendarai motor, salah satunya dengan Monkey ini. Kami ingin memberikan pengalaman menyenangkan bagi mereka. Di sini Monkey habis terjual, tapi pembelinya memang kebanyakan mereka yang bernostalgia," ujarnya. (tor/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed