Faisal Basri sebagai ekonom mengatakan industri otomotif harus mengantisipasi defisit. Karena, menurut data yang dibeberkan Faisal dalam acara Gaikindo International Automotive Conference di arena GIIAS 2018 di ICE, BSD, Tangerang, machinery & transport equipments menyumbang defisit yang cukup besar.
"Tahun lalu (defisit dari machinery & transport equipments) itu 27,673 miliar US dolar. Untuk membuatnya lebih baik, tak ada pilihan lain, harus meningkatkan ekspor untuk mengatasi defisit di transport equipment," kata Faisal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Donald Trump itu meningkatkan tarif untuk mobil Jerman, karena terlalu banyak mobil Jerman di Amerika. Ini sama," kata Faisal.
"Jika kita ekspor lebih banyak, Anda (industri otomotif) akan membantu meningkatkan performa dalam produk berteknologi tinggi dari yang kita ekspor," tambahnya. (rgr/dry)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun