Rabu, 08 Agu 2018 06:56 WIB

Ada Ganjil-Genap, Udara Jakarta Diklaim Hampir Penuhi Standar WHO

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Sistem ganjil-genap. Foto: Nur Azizah/detikcom
Tangerang - Pemerintah DKI Jakarta menetapkan perluasan wilayah sistem ganjil-genap yang dimulai sejak 1 Juli sampai Asian Games 2018 selesai. Hal tersebut diklaim berdampak pada kualitas udara di Jakarta yang membaik, bahkan mendekati standar World Health Organization (WHO).

WHO sendiri menetapkan standar PM 2.5 harian (kualitas udara) 25 25µg/m3, dan saat ini Jakarta mendekati angka tersebut. Selama 4 hari terakhir kualitas udara di Jakarta mencapai angka 28 µg/m3.


"Tiga hari terakhir menunjukan sudah di posisi harian ya kan ada rata-rata tahunan ada harian, 3 hari terakhir sudah turun ke posisi, kemarin malah 25 µg/m3 hari kemarin, 3 hari sebelumnya di posisi 30 µg/m3, hari ini belum," tutur Direktur Pengendalian Pencemaran Udara KLHK RI, Dasrul Chaniago, kepada wartawan, di ICE BSD, Selasa (7/8/2018).

Angka tersebut terbilang luar biasa mengingat banyaknya polusi udara dari kendaraan di Jakarta sangat tinggi. Artinya, aturan ganjil-genap tersebut sangat berpengaruh.

Bahkan kata Dasrul, tidak ada kota di dunia yang mampu menyamai standar kualitas udara dari WHO tersebut. Dan angka 28 µg/m3 ini masih bisa turun lagi.


"Bisa turun terus kan, standar WHO kota megapolitan di dunia nggak ada yang bisa terpenuhi itu, itu standar memang dibuat ketat," katanya.

"Kalau standar kita kan di posisi 15 µg/m3 ya, tahunan, kalau harian kita 65 µg/m3, kalau harian who 25 µg/m3, jadi kalau kemarin sih sebenarnya kemarin tuh di 28 µg/m3 posisinya, harian WHO itu 25 µg/m3, yang 10 µg/m3 itu tahunannya," tambah Dasrul.

Ada Ganjil-genap, Kualitas Udara Jakarta Hampir Penuhi Standar WHOFoto: Infografis: Tim detikcom
(khi/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com