Namun kalau melihat dari angka penjualan hanya Avanza yang stabil dari tahun ke tahunnya. Bahkan selalu menjadi mobil paling diburu oleh masyarakat Indonesia. Kedatangan pemain-pemain baru pun tak lantas membuat pamor Avanza turun.
Misalnya saja pada tahun 2017, saat Avanza kedatangan dua kompetitor yang benar-benar baru di segmen MPV, Wuling Confero dan Mitsubishi Xpander. Avanza masih bisa menjaga penjualannya di angka 6.000-7.000 unit per bulannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita nggak ngomong seperti itu, cuma kita itu melihat bahwa Avanza itu customer masih mempercayai ini sebagai produk pilihannya," ungkap Executive General Manager PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto di ICE BSD, Tangerang, Senin (6/8/2018).
"Mereka melihatnya bukan package produk seperti ini, tapi mereka lihat total package atau total value yang bisa mereka dapatkan dari kendaraan tersebut," tambah Soerjo.
Baca juga: Mobil Avanza Buat Berkemah |
Soerjo sendiri masih ogah buka-bukaan soal Avanza terbaru. Berbeda dengan Avanza, Daihatsu justru telah mengkonfirmasi kalau tak akan ada Xenia model baru.
"Kata siapa? Kami berterima kasih ke customer karena produknya kami diterima sehingga kami masih berjualan di 6.000-7.000. Masalah produk baru apa dan kapan emang kami sedang siapkan, produk Toyota kan bukan cuma Avanza," tutup Soerjo.
Tonton juga 'Toyota Pamerkan Mobil Masa Depan di GIIAS 2018':













































Komentar Terbanyak
Heboh Avanza-Xpander Cs Bakal Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Bilang Begini
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit