Kamis, 02 Agu 2018 14:51 WIB

GIIAS 2018

Menperin Terusik, Vietnam Ganggu Ekspor Mobil Indonesia

Dina Rayanti - detikOto
Presiden Jokowi dan Menperin Airlangga Hartarto di GIIAS 2018 (Foto: Rengga Sencaya) Presiden Jokowi dan Menperin Airlangga Hartarto di GIIAS 2018 (Foto: Rengga Sencaya)
Jakarta - Sejak Januari 2018, Indonesia tak lagi mengekspor mobil ke Vietnam. Padahal sebelumnya Vietnam jadi salah satu pasar seksi bagi ekspor mobil CBU dari Indonesia.

Hal itu disebut-sebut cukup mengganggu aktivitas ekspor Indonesia untuk bekerja lebih keras lagi.

"Catatan ke Vietnam, Indonesia biasa Euro2 sehingga untuk Euro4 perlu diselidiki lagi. Vietnam agak mengganggu, jadi kita perlu kerja keras," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di ICE BSD, Tangerang, Kamis (2/8/2018).

Adanya standarisasi Euro4 membuat Indonesia belum kembali bisa mengekspor mobilnya ke Vietnam. Hingga saat ini memang belum ada produsen yang mengekspor ke Vietnam.



Vietnam mensyaratkan standar internasional untuk kelaikan kendaraan termasuk emisi dan keselamatan. Vietnam menganggap Standar Nasional Indonesia (SNI) yang sudah diterapkan selama ini belum cukup sesuai dengan kriteria yang diinginkan.

Padahal sertifikasi yang dilakukan otoritas di Vietnam dan Indonesia menggunakan proses dan peralatan uji yang sama.

Sebenarnya bukan tidak mungkin Indonesia tetap nekat mengekspor mobilnya ke Vietnam. Ekspor mobil masih bisa dilakukan namun risikonya buat Indonesia cukup besar, yakni mobil dipulangkan kembali. (dry/ash)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com