Dikutip situs resmi Honda, motor retro dari Honda langsung diproduksi dii Jepang dengan memanfaatkan fasilitas produksi di Kumamoto. Oleh karena itu, beberapa perbedaan sangat terlihat.
Pada bagian depannya, telah tersemat lampu LED sehingga pencahayaan menjadi lebih terang. Secara bersamaan, goresan pada tubuh sampingnya yang mengalir lembut sampai fender belakang telah berubah. Namun meski seperti itu, tampilan dan jiwanya tak berubah.
Selain itu, Super Cub kali ini diklaim lebih tangguh dengan mesin minim gesekan. Saringan olinya sudah mengalami perubahan yang kini berbarengan dengan pembuangan oli . Selain itu, bagian bodi sampingnya juga menjadi lebih mudah dibuka sehingga memudahkan perawatan dan pemeriksaan bagian elektroniknya.
Pada bagian dapur pacunya, motor retro tersebut telah menggunakan PGM-FI Honda, dalam artian sudah sistem injeksi. Tenaganya pun telah disalurkan ke roda belakang melalui transmisi empat percepatan, sementara perangkat rem nya masih menandalkan teromol di kedua roda.
Super Cub dibuat dalam dua tipe yakni yang biasa dan Pro. Kapasitas mesin yang ditawarkan juga terdapat dua macam yakni 50 cc dan 110 cc.
Super Cub 50 memakai mesin yang mampu menghasilkan tenaga 3,7 daya kuda dan torsi 3,8 Newton meter (Nm). Sedangkan Super Cub 110 mampu menghasilkan tenaga 8 daya kuda dengan torsi 8,5 Nm. Selain itu, perbedaan antara keduanya juga terdapat pada setang telanjang, keranjang, dan rak belakang serta pelek 14 inci.
Untuk harganya, Super Cub 50 dihargai Rp 27.785.600. Sedangkan untuk Super Cub 50 Pro dihargai Rp 30.371.200. Pada Super Cub 110, Honda membanderolnya dengan harga Rp 32.956.800 sedangkan pada varian Pro-nya Rp 35.542.400.
Kehadiran motor legendaris ini termasuk istimewa untuk Honda. Karena, Super Cub yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1958 sebagai SC100, sampai di 2005 ia telah menembus angka produksi 50 juta unit. Jumlah itu meningkat dua kali lipat menjadi 100 juta hanya dalam 12 tahun. Oleh karena pencapaian tersebut, model ini dinobatkan sebagai motor yang paling banyak diproduksi di dunia. (lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas