Toyota Tambah Negara Penerima Komponen Mobil Buatan Indonesia

Toyota Tambah Negara Penerima Komponen Mobil Buatan Indonesia

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Selasa, 02 Mei 2017 17:23 WIB
Toyota Tambah Negara Penerima Komponen Mobil Buatan Indonesia
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - PT Toyota-Astra Motors (TAM) selaku agen pemegang merek Toyota di Indonesia, berencana menambah negara tujuan ekspor untuk produk aksesoris hasil desain orang Indonesia.

Deputy Division Head Product Planning & Development TAM, Sutrimono mengatakan, Pengiriman ditargetkan akan dilakukan pada akhir tahun ini 2017, atau awal tahun 2018.

"Tujuannya ke Laos, Myanmar, Kamboja, dan satu lagi Vietnam," ujarnya kepada wartawan, di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017, JI-Expo Kemayoran, Jakarta Utara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan yang saat ini sudah berjalan, TAM mengirimnya ke beberapa negara Asia dan Timur Tengah. "Ke Malaysia, India, Filipina, Thailand, Taiwan. Kemudian ada Oman, Bahrain, Uni Emirat Arab, Saudi Arabia, kemudian Qatar. 11 negara sudah. Jadi nantinya akan ada 14 negara," kata Sutrimono.

Lanjut dirinya mengatakan, selain komponen untuk Yaris Heykers, ada beberapa lagi desain aksesoris dari TAM yang akan diekspor. "Itu sangat tergantung berapa yang mau mereka impor dulu. Yang mereka sedang konsentrasi adalah Agya, Avanza, Veloz, Heykers," kata Sutrimono.

Sedangkan Executive General Managet TAM, Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, untuk target volume ekspor, tidak dijadikan tahap pertama.

"Step pertama itu menyamakan dulu antara mobil yang beredar di negara tersebut, dan proposal kita. Kita ajukan perangkat-perangkat aksesoris yang mereka punya seperti apa, dan mereka akan kembali dengan analisa mereka sesuai negaranya," tuturnya.

Lebih lanjut Soerjo menjelaskan, TAM juga akan terus mempelajari karakter pasar di keempat negara yang akan dituju.

"Kalau kita mau kembangkan suatu parts, kita kan akan pelajari kira-kira berapa sih pasar akan serap. Di Mekong (negara disekitar sungai Mekong, Asia Tenggara), nanti dia mau buat analisa penelitian sesuai pasar mereka, baru kemudian kasih volume berapa, lalu negosiasi harga," pungkasnya.


(khi/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads