Hal itu disampaikan langsung oleh Executive Vice President & COO PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Dyonisius Beti. Kemungkinan, kata Dyon, tahun ini pihaknya akan menyetop penjualan Aerox 125LC.
"Saya pikir tahun ini (discontinue). Begitu discontinue tahun depan akan keluar ini (Aerox 155)," kata Dyon di arena Indonesia Motorcycle Show 2016 di Jakarta Convention Center, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara penjualan, (Aerox) yang 125 saya pikir masih kurang ya," kata Dyon mengakui.
Dari data AISI, penjualan Aerox 125LC terus melorot. Bulan pertama Yamaha mengirim 5.738 unit. Bulan-bulan selanjutnya kemudian menurun dengan angka 3.000-an, 2.000-an, sampai pada September 2016 hanya 676 unit.
Menurut Dyon, Aerox sebenarnya punya nama bagus di Eropa. Untuk itu, Yamaha kembali menggunakan nama Aerox untuk skutik baru bermesin 155 cc yang di beberapa negara menggunakan nama NVX. Rencananya, Aerox bakal menjadi produk global yang diproduksi di Indonesia.
"Aerox 155 produk global juga. Dari sini (Indonesia) akan ekspor ke luar," kata Dyon.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Emang Kepala SPPG Perlu Motor Trail Listrik Seharga Rp 50 Juta?