Diminta Ekspor 2 Juta Unit Motor, AISI: Kapasitas Sudah Siap

Diminta Ekspor 2 Juta Unit Motor, AISI: Kapasitas Sudah Siap

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Rabu, 02 Nov 2016 14:02 WIB
Diminta Ekspor 2 Juta Unit Motor, AISI: Kapasitas Sudah Siap
Foto: Astra Honda Motor
Jakarta - Menteri Perindustrian Republik Indonesia (Meneperin) Airlangga Hartarto menyinggung soal volume ekspor sepeda motor. Airlangga berharap agar industri sepeda motor bisa mengekspor 20 persen dari total produksi motor di dalam negeri.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), Gunadi Sindhuwinata mengatakan, untuk mencapai target itu bukanlah hal yang sulit. Sebabnya, motor yang diproduksi di Indonesia lebih kompetitif.

"Target 20 persen saya pikir itu mudah dicapai. Karena produk kita kompetitif dan harganya terjangkau. Kalau untuk pasar negara yang kita sasar, harga kompetitor kita itu 1,5 kali lebih mahal. Jadi rasanya tidak ada problem untuk mencapai itu," kata Gunadi usai pembukaan IMOS 2016 di JCC, Senayan, Rabu (2/11/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apalagi kalau pasar negara kita berkembang terus. Berarti skala ekonomi kita juga baik. Skala ekonomi baik, berarti daya saing kita meningkat," tambahnya.

Menyinggung soal persiapan, Gunadi mengatakan secara kapasitas industri motor di Indonesia sudah siap. Soalnya, industri sepeda motor di Indonesia memiliki kapasitas terpasang hingga 10 juta unit per tahun. Tapi, baru dipakai sebagian.

"Enggak ada masalah. Karena secara total, kapasitas terpasang kita itu mencapai 10 juta unit. Sekarang yang terpakai baru 60 persen. Berarti masih sisa 40 persen yang bisa kita kembangkan. Mencapai 10 juta pun tanpa ekspansi itu masih bisa kita manfaatkan sepenuhnya. Saecara teknis bukan merupakan problem," kata Gunadi.

Saat ini jumlah ekspor motor dari Indonesia per tahunnya sebanyak 300 ribu unit. Padahal, penjualan motor di domestik mencapai 6 juta unit.

"Ini masih kecil hanya 5 persen, targetnya 20 persen dalam bentuk utuh atau CKD. Waktu saya ke Jepang saya minta untuk mendorong mencapai 20 persen. Sehingga kita memiliki industri yang kokoh dalam negeri," tambah Airlangga.


(rgr/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads