Direktur Dyandra Promosindo sebagai penyelenggara IIMS 2016, Hendra Noor Saleh mengatakan, dari sekian banyak pameran otomotif di dunia, ada dua konsep pameran yang sangat berbeda.
"Dari sekian banyak motor show, kalau dibagi, ada dua kutub yang ekstrem. SEMA dengan aftert marketnya dan Geneva dengan kelas mobil-mobil konsep. IIMS 2016 akan improve dari 2015. Tapi, belum terlalu berani kami menyebut akan sama dengan SEMA," kata pria yang akrab disapa Kohen di Kemang, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mempelajari dari SEMA, bahwa ternyata industri aftermarket bisa bareng dengan pemegang brand. Ternyata ini juga justru mengundang potensial market," kata Kohen.
Namun tetap, Dyandra hanya terinspirasi dari SEMA Show. Jadi menurut Kohen, saat ini belum waktunya untuk menggelar pameran sekelas SEMA di Indonesia.
"Jadi, SEMA ini adalah inspirasi. Saya bilang IIMS itu akan tetap menjadi IIMS 2015 yang dikembangkan. Karena, SEMA di sana industri komponen skalanya udah gede. Kalau kita mau menjadi SEMA benaran, belum waktunya," katanya.
"Jadi kita akan menjadi IIMS, hanya kita mempelajari bahwa di SEMA itu bisa menggabungkan. Betul di SEMA sekitar 50 tahun yang lalu itu hanya kumpulan komponen-komponen. Tapi di tahun-tahun kemarin, di sana booth Ford, Toyota, Honda gede banget. Tapi yang dipamerkan bukan konsep. Mobil jualannya sama lah kayak pameran. Tapi yang dipanerkan itu mobil-mobil yang udah dimodif. Model Baja, model TRD, Mugen," lanjut dia. (ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Bikin Harga Tambah Mahal, Mobil di Bawah Rp 1 Miliar Diusulkan Tak Kena PPnBM