βMemang, penjualan mobil listrik itu belum besar tapi trennya terus berkembang, tak hanya di negara-negara maju tetapi juga di Indonesia,β paparnya di arena Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015, di ICE-Serpong.
Dengan melihat perkembangan yang ada saat ini, Kim mengaku optimistis, penjualan mobil bersumber tenaga dari arus setrum itu bakal meningkat dua kali lipat dibanding saat ini. Jumlah penjualan diyakini bakal menembus angka 10 juta unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βKami perkirakan, mobil listrik terjual 3m9 juta unit secara global. Itu target penjualan,β ucapnya.
Pria yang juga menjabat Ketua Korea Automotive Manufacturer Association itu menegaskan peralihan menggunakan kendaraan berbahan bakar alternative saat ini telah menjadi keharusan. Maklum, cadangan bahan bakar dari fosil terus menipis.
Selain itu, keseimbangan lingkungan yang telah dipenuhi polutan dari asap kendaraan telah menjadi sorotan dunia. Berbagai penykait yang telah ditimbulkan bermunculan di segala penjuru dunia. βSektor transportasi telah menyumbang 20 persen polusi udara di tingkat global,β kata Kim.
Namun, pabrikan otomotif juga tak tinggal diam. Sejumlah kendaraan bersumber energi alternatif mulai dari berteknologi hybrid, listrik, berbaha bakar gas terus dikembangkan dan bahkan telah digunakan konsumen.
Hanya, agar pengembangan dan penggunaan kendaraan jenis itu semakin melaju maka pemerintah juga diharapkan memberikan insentif. βMisalnya memberi subsidi dan membangun infrastruktur penunjangnya. Ini saya rasa sangat penting karena akan klop dengan upaya mengfhadirkan dan memasyaraktkan kendaran-kendaraan tersebut,β terang Kim.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Avanza-Xpander Cs Bakal Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Bilang Begini
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit