Menanggapi hal itu, Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Budi Darmadi mengatakan kalau penolakan itu merupakan hak masing-masing pihak, ada yang mau menerima atau tidak.
"Itu kan wewenang masing-masing pemda, jadi bebas-bebas saja mau seperti apa, tapi apakah ada solusinya yang lebih tepat?" ujar Budi saat ditemui detikOto di Indonesia International Motor Show (IIMS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang jelas saya menghaturkan terima kasih atas dukungannya. Karena adanya mobil murah ini jadi menghasilkan lapangan kerja yang tinggi. Ini komponen lokalnya banyak lho mas, otomatis lapangan kerja juga jadi lebih banyak," pungkasnya.
(ady/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas