Kamis, 19 Apr 2018 12:04 WIB

Jokowi: Nanti Kita Lihat Esemka Lulus Uji atau Tidak

M Luthfi Andika - detikOto
Jokowi berpose dengan Esemka saat berkunjung ke kantor detikcom tahun 2012 lalu Foto: detikfoto Jokowi berpose dengan Esemka saat berkunjung ke kantor detikcom tahun 2012 lalu Foto: detikfoto
Jakarta - Seakan mati segan hidup tak mau, mobil rakitan Indonesia Esemka memang masih menjadi tanda tanya besar. Salah satunya apakah benar Esemka hanya menjadi kendaraan politik saja?

Presiden Republik Indonesia Jokowi Widodo, pun memberikan pendapatnya mengenai keberlangsungan Esemka saat ini.

"Esemka? Ya tugas pemerintah mendorong agar brand dan prinsipal bisa berkembang. Untuk riset dan uji coba itu butuh waktu, nanti dilihat apakah Esemka bisa masuk industri atau tidak," kata Jokowi, soal mobil yang mengangkat namanya itu di sela-sela pameran Indonesia International Motor Show, JI Expo Kemayoran, Kamis (19/4/2018).



Lalu dukungan apa yang diberikan pemerintah, agar Esemka bisa aspal di Indonesia? "Dukungan pemerintah, regulasi-regulasi kita sederhanakan uji laik dan uji emisi harus dipercepat. Selain itu pelabuhan Patiban juga kita percepat, agar saat ekspor bisa lebih cepat dan kita bisa bersaing," katanya.

Esemka sendiri pertama kali dikembangkan pada tahun 2007 dan sempat diklaim bakal menjadi mobil nasional. Niat awal Esemka dibuat adalah berdasarkan keinginan sang penggagas Esemka, Sukiyat untuk bisa membuat mobil nasional. Dengan harapan mobil tersebut bisa laku di pasaran, dijual massal, bahkan menjadi kendaraan dinas para pejabat Tanah Air.



"Semangat merah putih saya memang kepengin punya mobil nasional. Dan awalnya hanya berniat untuk mentransfer ilmu ke anak-anak SMK," kata Sukiyat saat dihubungi detikOto, Selasa (3/4/2018).

Esemka sendiri pernah mencuat kala presiden Joko Widodo menjabat sebagai Walikota Solo karena ia memilih Esemka Rajawali sebagai kendaraan dinasnya. Mobil yang diklaim sebagai karya anak bangsa itu langsung melejit di seluruh Indonesia.

Bahkan sempat dikabarkan Esemka juga akan dijadikan kendaraan dinas para Menteri kala itu. Perjalanan Esemka untuk bisa menjadi mobil nasional bisa dibilang kurang mulus nih Otolovers. Tahun 2010 misalnya, Esemka gagal uji emisi.



Kemudian saat uji emisi kembali dilakukan pada tahun 2012, Esemka gagal untuk kedua kalinya. Baru pada Agustus 2012 mobil buatan anak bangsa ini lolos uji emisi dan dianggap memenuhi standar sebuah mobil untuk diproduksi.

11 tahun berselang Esemka versi produksi massal belum juga menampakkan batang hidungnya. Sukiyat mengaku mengalami banyak kendala dalam perjalanannya mengembangkan Esemka.

"Nggak gampang, ini kan kita mau buat kendaraan yang dipakai umum (orang banyak). Kita belum siap lawannya APM (Agen Pemegang Merek), nggak kuat saya sendiri. Uangnya semua-semuanya lah belum kuat," tutur Sukiyat.

"Nggak ada bantuan juga (saat kembangkan Esemka), kita nggak kuat, dan nggak pernah minta modal juga," lanjut Sukiyat.

Meski begitu, Sukiyat masih memiliki motivasi untuk memproduksi mobil nasional. Tak menyerah pada Esemka, Sukiyat justru beralih memproduksi mobil desa yang siap diproduksi massal pada Agustus mendatang yakni KMW (Kiat Mahesa Wintor).

"KMW ini ingin merealisasi keinginan mewujudkan kendaraan karya anak bangsa," ungkap Sukiyat beberapa waktu lalu. (ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed