Senin, 09 Mar 2020 20:53 WIB

Corona Masuk Jerman, Mercedes-Benz Dibuat Was-was

Rizki Pratama - detikOto
Bus baru Daimler Daimler waspadai masalah rantai pasok komponen industri otomoitif akibat corona Foto: Rizki Pratama
Jakarta -

Jumlah kasus penyebaran virus corona di Jerman terus meningkat diiringi juga dengan ketakutan akan keberlangsungan industri otomotif di sana. Seperti diketahui Jerman adalah 'rumah' raksasa otomotif seperti Mercedes-Benz, BMW, dan Volkswagen.

CEO Daimler, Ola Kallenius menyatakan kekhawatirannya terhadap kondisi saat ini. Hal paling berbahaya dan telah terjadi di beberapa negara adalah sulitnya distribusi suplai komponen.

"Kejadian ini menunjukkan rapuhnya rantai suplai dunia. Tapi dunia tanpa kerjasama tidak akan berhasil. Kita harus melindungi sembari memeriksa kekurangan di mana kita bisa meningkatkan keamananan rantai pasokan," ujarnya seperti dikutip dari Autonews.

Virus corona yang dinyatakan berasal dari Wuhan tersebut, pada awal tahun telah memberikan dampak besar terhadap perusahaan. Meski begitu, Kallenius belum dapat merincikan apa dan berapa kerugian yang diderita.

"Kami belum bisa menyampaikan bagaimana pengaruhnya, tapi sudah jelas baik produksi maupun penjualan akan terpengaruh," katanya.

Jerman telah menemukan 1.112 warganya positif terjangkit corona. Sejauh ini belum ada laporan kematian dari para warga yang terkena corona tersebut.

Sementara itu Italia yang juga merupakan negara penghasil super car seperti Ferrari dan Lamborghini diketahui menjadi negara Eropa yang paling banyak warganya tertular corona. Tidak kurang dari 6.000 orang terjangkit corona di Italia. Di mana 233 di antaranya dinyatakan meninggal dunia.



Simak Video "The New GLS, SUV Mercedes Setingkat S-Class"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com