"Mereka harus tertib. Tidak boleh arogan," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Royke Lumowa di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (26/1/2011).
Konvoi itu dilakukan untuk memecahkan rekor MURI. Konvoi ini akan dimulai di showroom Mabua Harley-Davidson di Jl TB Simatupang menuju kawasan Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara. Titik keberangkatan di Citos bergerak melintasi Warung Buncit dan Gatot Subroto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polda Metro Jaya sudah memberi izin konvoi 500 motor gede Harley Davidson untuk memecahkan rekor MURI. Untuk menjaga ketertiban, polisi akan mengawal.
"Nanti ada anggota saya, 10 personel yang ikut pengamanan, tugasnya mengawasi," ujar Royke.
Polisi juga sudah membuat rambu-rambu dan aturan bagi peserta konvoi. Mereka diminta tidak keluar dari konvoi dan terpisah dari rombongan.
"Mereka enggak boleh keluar barisan, tidak boleh menggemukkan diri. Kita pakai 1 jalur," imbuhnya.
Polisi juga meminta agar peserta mengikuti pengarahan yang dilakukan petugas di lokasi.
"Anggota keliling di tengah, ke depan untuk menertibkan barisan konvoi. Sebelum berangkat, akan diberi pengarahan di titik tolak di Citos agar tertib di jalan dan tidak ugal-ugalan," tutupnya.
Harley Davidson akan menggelar konvoi di jalanan Jakarta pada 30 Januari mendatang. Rencananya, acara ini akan melibatkan 500 motor Harley Davidson untuk memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai konvoi Harley terbanyak.
"Kami inginkan konvoi bisa diikuti 500 motor ke atas," ungkap Presiden Direktur PT Mabua Harley-Davidson Djonnie Rahmat kepada detikcom, Senin (24/1).
Sebelumnya konvoi motor Harley-Davidson pernah mencetak rekor konvoi terbanyak pada 11 Maret 2007 silam. Namun ketika itu, jumlah motor yang mengikuti konvoi hanyalah sebanyak 429 motor saja.
Menurut rencana, konvoi besar Harley-Davidson akan diikuti komunitas-komunitas seperti Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) dan Harley Owner's Group (HOG). Konvoi ini akan dimulai di showroom Mabua Harley-Davidson di Jl TB Simatupang menuju kawasan Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara.
(ndr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?
Dealer Mobil Jepang Berguguran di RI, Menperin Wanti-wanti Begini