Di Inggris, Pengendara Diusulkan Bayar Sesuai Jarak Tempuh

Di Inggris, Pengendara Diusulkan Bayar Sesuai Jarak Tempuh

- detikOto
Rabu, 07 Jul 2010 13:33 WIB
Di Inggris, Pengendara Diusulkan Bayar Sesuai Jarak Tempuh
London - Di Jakarta wacana penerapan Electronic Road Pricing (ERP) untuk menggantikan sistem 3 in 1 sudah ramai dibicarakan sisi positif dan negatifnya.

Bagaimana jika di luar negeri? Di Inggris, lembaga pemerhati jalan di Inggris RAC Foundation mengusulkan setiap pengendara diharuskan membayar sejauh dia menggunakan kendaraannya. Setiap mil atau km yang jarak yang ditempuh, atau per jarak tempuh sebesar itu pula uang yang harus dikeluarkan pengendara.

Sistem ini dikenal dengan nama pay as you go. Dorongan diberlakukannya pay as you go di Inggris dikarenakan tingkat kemacetan di Inggris akan naik sebesar 35 persen pada 2025. Pada tahun itu, diprediksi setiap jalanan di setiap kota di Inggris dipenuhi oleh kendaraan-kendaraan roda empat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peraturan tersebut dinilai akan menekan penggunaan kendaraan pribadi. Soalnya, pengendara akan berpikir dan merasa enggan untuk menggunakan kendaraan dikarenakan biaya yang tinggi untuk setiap mil-nya.

Direktur RSA Profesor Stephen Glaister seperti dikutip BBC, Rabu (7/7/2010) menuturkan agar sistem ini berhasil ada beberapa hal yang mesti diperhatikan pemerintah. Misalnya pengurangan pajak bahan bakar dan penghapusan pajak kendaraan.

"Dari hasil survei kami menunjukkan, pada awalnya kebanyakan orang menentang jika diharuskan membayar jika mereka berpikir itu adalah pajak tambahan. Namun ketika mereka dijelaskan tentang pay as you go, jumlah penentang pun berkurang," ujarnya.

Hingga kini belum diketahui kapan sistem ini berlaku di daerah macet di Inggris.

Namun, sekedar informasi pada 2005, Menteri Perhubungan Inggris Alistair Darling pernah mendukung rencana pengenaan biaya sebesar 1,30 poundsterling per mil-nya ketika hendak melewati daerah Britania, Inggris.

Hmm, kira-kira, bisa diterapkan di Jakarta tidak ya?
(ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads