'Kami Muak dengan Kemacetan'

'Kami Muak dengan Kemacetan'

- detikOto
Minggu, 27 Jun 2010 06:43 WIB
Kami Muak dengan Kemacetan
Jakarta - Ketika rasa frustasi menumpuk, kata-kata yang terlontar bak amunisi terlepas dari magasin senapan mesin. Penyaluran aspirasi memang banyak pilihan. Salah satunya, aksi damai sambil membentang spanduk, orasi, dan membagikan selebaran di tengah
keramaian masyarakat.

Road Safety Association (RSA), lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang fokus pada keselamatan berkendara di jalan, termasuk yang memilih salah satu penyampaian aspirasi via aksi damai unjuk rasa.Β  Bundaran HI, Jakarta Pusat, menjadi pilihan pada Sabtu (26/6/2010), pukul 09.00-11.00 WIB.

Aksi yang dirancang tak lebih dari satu bulan hanya mampu menggaet tak lebih 100 para anggota kelompok sepeda motor (bikers) dari beberapa kelompok seperti Yamaha Vixion Club Indonesia (YVCI), Yamaha Jupiter Owner Community (YJOC), Honda Supra Jakarta (HSC), Solidarity Riders Community (SRC), Blackakholic Laboratoria/BMC, Parkir Timur Senayan Club Scooter Jakarta (Party C), dan Mailing List Yamaha Scorpio (Milys). Mereka menuntut pemerintah menyediakan transportasi yang aman murah dan nyaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari elemen pengurus RSA terdapat juga perwakilan kelompok lainnya seperti Independent Bikers Club (IBC), Independent Bajaj Bikers Indonesia (IBBC),
Pulsarian Community, King Club Djakarta (KCDj), dan Honda Beat Club (HBC) Jakarta.

"Kami mendukung setiap kegiatan terkait keselamatan jalan," ujar Billy Fannan, Dewan Nasional YVCI, di sela aksi damai.

"Kami mengelar aksi damai ini untuk menuntut pemerintah mempercepat perwujudan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau. Peserta aksi damai adalah anggota dan relawan RSA," ujar Ketua Umum RSA Rio Oktaviano.

Ketua Divisi Litbang RSA Edo Rusyanto menuturkan bahwa sistem transportasi yang seperti itu ditaksir bisa mereduksi angka kecelakaan lalu lintas jalan.

"Saat ini, korban kecelakaan sudah cukup memprihatinkan, sebanyak 50 orang tewas setiap hari," kata dia.

Karena tidak tersedianya transportasi yang nyaman ini mayoritas masyarakat mencari transportasi alternatif yang terjangkau yakni sepeda motor.

"Kami naik sepeda motor karena transportasi umum tidak nyaman. Tolong pemerintah membuat transportasi yang nyaman," teriak Murray, Ketua Dewan Nasional YVCI, dalam orasi selanjutnya.

Selain tak nyaman, bagi Pajay dari YJOC, pemerintah juga perlu meningkatkan rasa aman di dalam kendaraan umum.

"Hilangkan premanisme di dalam angkutan umum,” tukas Pajay.

Transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau secara akses dan financial diyakini mampu mereduksi kecelakaan lalu lintas jalan.

"Walau, untuk itu juga harus berbarengan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai keselamatan jalan," seru Dedi dari HSJ, ketika berorasi.

Tak pelak, Rio Octaviano menyatakan, pihaknya menuntut pemerintah beberapa aspek.

Pertama, wujudkan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau secara akses dan finansial.

Kedua, tegakkan aturan lalu lintas jalan secara konsiten dan tanpa pandang bulu.

Ketiga, tingkatkan sinergi para stakeholder lalu lintas jalan dalam mewujudkan lalu lintas jalan yang aman, nyaman, dan selamat.

Keempat, tingkatkan kesadaran berkendara yang tertib, bersahabat, dan santun di jalan. Kelima, bangun infrastruktur jalan yang memadai sesuai amanat undang undang.

"Tuntutan itu akan kami kirimkan ke pemerintah dan instansi terkait mulai Senin (28/6/2010)," tukas Rio.

Tuntutan tersebut pula yang dibagikan kepada para pengguna jalan yang melintas di Bundaran HI dalam bentuk selebaran oleh para peserta aksi damai. Jelang tengah hari, orasi usai dan para peserta aksi membuarkan diri secara tertib.

(ddn/ddn)

Berita Terkait