Dasarnya matic kan ngga punya gigi, jadi motor ini tidak bisa dalam posisi netral selama mesin menyala. Bahayanya, bila orang tidak mengerti, seperti halnya anak-anak. Bila tidak dijaga, tinggal membuka gas saja, motor bisa nyelonong.
Seperti video yang dilansir YouTube (6/8/2009) ini. Perhatikan saja kecerobohan orang tua yang memarkir motornya dalam keadaan menyala. Lebih parah karena anaknya ia tinggal begitu saja diatas skuter.
Anak perempuan yang masih duduk di atas motor skutik yang cuma memakai standar samping tiba-tiba memutar knop gas keras.
Syuttt, motor pun nyelonong kencang, akibatnya bisa dibayangkan sendiri bukan? Mending kalau motor diparkir dengan menggunakan standar belakang, insiden ini mungkin takkan terjadi.
Karenanya, dibalik praktisnya motor matic, perlu perlakuan ekstra terhadap tunggangan dengan transmisi CVT ini. Apalagi, produsen motor matik di Indonesia belum sepenuhnya memberikan keamanan terhadap produknya, terutama pengamanan terhadap selongsong gas.
Baiknya, bila hendak memarkir motor matic memang lebih aman mesin dimatikan, dan standar belakang yang dipakai, jangan standar samping.
Tidak hanya anak-anak, kita pun terkadang sering lupa, sehingga bisa-bisa secara tidak sengaja menyentuh selongsong gas ketika mesin matic yang masih menyala.
Kemudian mengenai perlakuan terhadap anak-anak. Mau motor matik atau tidak, sebaikanya memang tidak membiarkan anak-anak berada di atas motor sendirian tanpa penjagaan.
Rasa keingintahuan mereka yang besar bisa membuat malapetaka bila tidak dijaga ataupun dibimbing.
Karenanya, mulai sekarang berikan perhatian lebih pada tata cara menggunakan motor matik anda, terutama ketika hendak membawa anak-anak. Tidak semua yang praktis membawa kemudahan bukan?
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik